Ke Meikarta kini tak bisa naik Gojek
Gambar hanya ilustrasi

Ke Meikarta kini tak bisa naik Gojek

DITULIS USER

Yahya Adi S
Jawa Timur 12 Oct 2017 WIB

Aku ingin pindah ke Meikarta! begitulah kalimat yang sering terngiang setelah menonton iklan TV jeritan bocah kecil yang terkurung hiruk pikuknya jakarta, tetapi artikel ini bukan tentang meikarta saya hanya numpang tenarnya meikarta belakangan ini dan ditambah dengan kasus gojek dan akutan online lainnya di Jawa Barat yang sedang hot hotnya di media sosial.

 

Meikarta secara geografis berada di wilayah Jawa Barat, dengan di terbitkannya keputusan pemerintah daerah Jawa Barat untuk melarang aktifitas bisnis Ojek dan Taksi Online di wilayahnya, artinya kita pun tak bisa pindah ke meikarta dengan memesan Gobox ataupun Uber Delivery lagi! Tak hanya itu, mungkin bagi masyarakat bekasi untuk bepergian ke jakarta yang bisa ditempuh sekitar 1 jam, kini harus mengulang masa lalu dimana bekasi dan jakarta terpisahkan oleh purnama.

 

Banyak yang mengecam keputusan dari pemerintah Jawa Barat ini di media sosial, bahkan ada yang membuat petisi online untuk membatalkan keputusan pemerintah daerah Jawa Barat tersebut. Sejak tulisan ini saya buat, petisi online telah ditanda tangani 42 rban orang dan kurang 7ribuan orang untuk mencapai target total 50rb orang menandatangani petisi

 

Ridwan Kamil sebagai Walikota Bandung yang wilayahnya juga terkena imbas akan aturan ini pun ikut mensosialisasikan di laman IGnya, dan banyak followernya yang mengecam keputusan pemerintah daerah Jawa Barat tersebut 

 

 

Salah satunya adalah akun @raa.arini 

"@yusufhamdani0592 selain gojek Sama traveloka juga yuppp... Mungkin nanti sponsornya di ganti ku angkot jurusan caheum cileunyi [] []"

 

 

Tak hanya warga IG, warga di Twitter pun juga banyak yang mengecam keputusan ini

 

Lalu bagaimana seharusnya menurut kalian? Setujukah taksi online dilarang dan dibatasi? bagaimana solusi terbaiknya?

Penulis : Yahya Adi S

Bagikan artikel ini

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang ditulis oleh user. Tanggung jawab isi sepenuhnya pada user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini. Namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.