Wapres menghadiri Perhelatan Tamadun Melayu

20 Nov 2017 01:03   Pemerintahan
Wapres menghadiri Perhelatan Tamadun Melayu

Lingga-wapresri.go.id. Melayu telah memberikan andil yang besar kepada negara dan bangsa.

Hal ini disampaikan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla saat memberikan sambutan pada perhelatan Tamadun Melayu Antarbangsa di Lingga, Kepulauan Riau, Minggu 19/11.

Wapres yang juga dianugerahi gelar Mahkota Negara itu  , menyampaikan bahwa budaya Melayu adalah budaya yang tinggi dan besar andilnya kepada bangsa dan negara.

“Budaya dan bahasa melayu telah menjadi budaya nasional kita, walaupun Melayu bukan penduduk terbesar bangsa ini tapi bahasa Melayu jadi bahasa pemersatu kita semua” ujar Wapres. Itu tidak terjadi di banyak negara. Banyak negara yang bahasa persatuannya dua atau tiga karena tidak memiliki satu bahasa yang jadi pemersatu.

Dalam kesempatan itu, Wapres juga menyampaikan selamat atas dinobatkannya Sultan Mahmud Riayat Syah yang juga dikenal dengan sebutan Sultan Mahmud Syah III, sebagai pahlawan Nasional. Sultan Mahmud Riayat Syah merupakan salah satu Sultan di Kerajaan Lingga-Riau-Johor-Pahang, yang diajukan sebagai Pahlawan Nasional dari Kabupaten Lingga. Sebagai pemimpin tertinggi Kerajaan Johor-Riau-Lingga dan Pahang, banyak kebijakan Sultan Mahmud Syah III yang strategis dan monumental.

Salah satu langkah Sultan Mahmud Riayat Syah adalah menguatkan persaudaraan antara Melayu dan Bugis melalui 'sumpah setia' dan pernikahan antara kedua suku. Kebijakan Sultan ini terbukti mampu menangkal politik adu domba penjajah.

Wapres menyatakan bahwa sumpah setia Melayu-Bugis ini sangat penting dan monumental dalam persatuan bangsa. Sebab satu dari timur dan satu dari barat, dengan adat istiadat yang berbeda namun saling mendukung. “Itu artinya sejak dulu kita berfikir tentang kebangsaan yang besar tidak hanya memikirkan diri sendiri.” Lanjut wapres.

Hubungan Melayu dengan Bugis telah terjalin dengan baik dan tidak bisa dipisahkan. Wapres berpesan agar hubungan baik ini dapat tetap terjalin bukan hanya antara Melayu Bugis, tapi antara semua suku-suku bangsa di Indobesia. “ini yang perlu kita lakukan, tetap kita bersatu untuk kerja bersama-sama. Saya yakin semangat dan kebersamaan di sini, apalagi dengan tamaddun Melayu menjadi perekat semangat kemajuan bersama”. ucap Wapres menutup sambutannya.

 

Perhelatan Tamadun Melayu Antar bangsa, diadakan bersamaan dengan perayaan HUT ke-14 Kabupaten Lingga yang jatuh pada tanggal 20 november 2017. Perhelatan Tamadun Melayu ini bertujuan untuk mengumpulkan para tokoh Melayu dan budayawan serumpun untuk membahas pencapaian Melayu masa lalu saat dipimpin Sultan Mahmud Riayat Syah. Negara-negara serumpun yang diundang pada perhelatan tersebut diantaranya Malaysia, Singapura, Thailand, Philipina, Vietnam, Kamboja hingga Madagaskar.Tamadun Melayu antar Bangsa ini juga menjadi ajang promosi kebudayaan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Lingga. (AKS, KIP-Setwapres)