Wapres JK Menerima Utusan Khusus Australia untuk OKI
Wapres JK menyalami Ahmed Fohour AO 19/7 foto Jeri Wong KIP Setwapres

Wapres JK Menerima Utusan Khusus Australia untuk OKI

DITULIS USER

Rusmin Nuryadin
ngopiNEWS 19 Jul 2017 WIB

Jakarta-wapresri.go.id - Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima Utusan Khusus Australia untuk Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Mr Ahmed Fohour AO di Kantor Wakil Presiden di Jalan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (19/072017).

Pada pertemuan tersebut dibicarakan mengenai hubungan yang sangat spesial antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia dalam membangun komunitas muslim. “Pemerintah Australia melalui OKI mendukung pembangunan dan pertumbuhan komunitas muslim di Australia. Selain itu, Pemerintah Australia membantu perkembangan demokrasi yang stabil di Indonesia berikut masyarakat muslim seluruh dunia,” ujarnya.

Selain itu, Ahmed juga memberikan dukungan sangat penting atas inisiatif Jusuf Kalla membangun Universitas Islam Internasional Indonesia yang baru akan berdiri. Ia juga memberikan beberapa masukan dalam pengembangannya.

“Selamat kepada Pemerintah Indonesia atas inisiatif ini. Kami kira ini merupakan perencanaan yang visioner bagi akademisi di Indonesia maupun seluruh muslim dunia. Kami berharap, universitas ini tidak hanya mengajarkan tentang keyakinan kami (Islam-red), namun juga tentang budaya, seni, dan kewirausahaan,”jelasnya.

Dalam pertemuan ini juga dibicarakan mengenai upaya melawan kekerasan radikalisme, terorisme, fasisme,. “Di dalam OKI, Australia sangat mendukung dalam upaya menanggulangi kekerasan ekstrimisme. Ini tidak hanya menjadi peran penting Pemerintah namun merupakan inisiatif seluruh warga muslim yang dimulai dari keluarga, rumah, dan komunitas kita. Semua memiliki tanggung jawab mencegah anak-anak kita diradikalisasi,” ujarnya.

Ahmed menambahkan, Australia juga suportif dalam melawan islamophobia. “Kita tidak sekedar mencegah radikalisme dan menanggulangi kekerasan ekstrimisme. Namun kita juga harus berdiri tegak melawan islamophobia karena muslim di seluruh dunia adalah masyarakat yang cinta damai. Jangan sampai kita (muslim) disalahartikan karena perilaku segelintir orang. Kita lebih baik dan lebih besar dari itu dan telah berkontribusi pada peradaban dunia. Sangat banyak dari keyakinan kita dan umat muslim yang dapat dibanggakan,” tegasnya ( Sutikno, KIP Setwapres)

Penulis : Rusmin Nuryadin

Bagikan artikel ini

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang ditulis oleh user. Tanggung jawab isi sepenuhnya pada user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini. Namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.