Utamakan Objektivitas dan spirit Persatuan Dalam Pemberitaan

Utamakan Objektivitas dan spirit Persatuan Dalam Pemberitaan

DITULIS USER

Rusmin Nuryadin
ngopiNEWS 22 Aug 2017 WIB

Utamakan Objektivitas dan spirit Persatuan Dalam Pemberitaan

22/8/2017

Jakarta-wapresri.go.id. Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengungkapkan akibat perkembangan Teknologi, dunia saat ini berjalan begitu cepat, dengan adanya komputer dan koneksi internet, dampaknya penyampaian informasi ke seluruh penjuru negeri dapat dilakukan dengan cepat. Untuk itu ia meminta objektivitas dan spirit persatuan harus di utamakan.

Hal itu ia sampaikan saat meresmikan Pembukaan Kongres I Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) di Hotel Akmani Jl. KH Wahid Hasyim 91, Gondangdia, Menteng Jakarta, Selasa, 22/8.

“Jadi bukan konten berita yang penting, tetapi kecepatan yang lebih penting dari beritanya sehingga timbul bermacam-macam isi. Karena itu, objektivitas dan spirit anda untuk persatuan (harus diutamakan),” ujarnya.

Wapres mengingatkan walaupun kecepatan dinilainya menjadi sangat penting, namun dibutuhkan juga informasi yang objektif dan luas untuk mencerdaskan masyarakat.

Lebih lanjut Wapres mengungkapkan bahwa perubahan yang sangat cepat tersebut juga mempengaruhi perubahan pengertian berita pada  media. Media tidak lagi menyampaikan apa saja yang telah terjadi kemarin, namun yang tengah dan yang akan terjadi.

“Saat ini berita adalah, apa yang telah terjadi, apa yang tengah terjadi dan apa yang mungkin terjadi. Batasannya sudah sangat luas,” ungkapnya.

Meskipun  media siber saat ini memberikan banyak pengaruh terhadap opini masyarakat khususnya di Indonesia, Wapres berharap, informasi yang disampaikan kepada masyarakat merupakan informasi yang akurat dan benar.

“Anda yang mempengaruhi opini orang di Indonesia ini, anda yang memberikan input tiap hari, jika itu benar maka benar. Jika salah, maka pikiran orang akan menjadi salah,” pungkasnya.

Ketua panitia  Adi Prasetya melaporkan AMSI lahir karena panggilan para jurnalis dalam situasi dan susana yang kurang enak. 

“banyak disinformasi berita yang di kemas secara masif baik itu melalui media yang seolah-olah media resmi dan media sosial. Merebaknya berita bohong hoax bahkan fitnah seolah menjadi kenyataan yang tidak bisa kita bendung,”tuturnya

Adi menambahkan organisasinya ingin berkontribusi untuk menangkal berita-berita yang kuarng baik. “Jadi AMSI ingin jadi bagian dari elemen bangsa ini Bapak,  untuk mengajak masyarakat agar bisa memilih dan memilah mana kabar baik mana kabar bohong dan sebagainya,”imbuhnya

Kongres yang mengusung tema “Menuju Media Siber Profesional, Kredibel dan Independen” tersebut, diresmikan pada tanggal 18 April 2017 di Dewan Pers. Peresmiannya dilakukan bersama oleh Ketua Dewan Pers, Menteri Komunikasi dan Informatika, dan Kepala Cyber dari Mabes Polri, didirikan oleh 26 Media online besar dari Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Lampung, Riau, Medan, Makasar dan Jayapura. 

Kongres yang dihadiri puluhan Pemimpin Redaksi media massa serta pemilik media massa dari berbagai wilayah di Indonesia ini, saat pendiriannya beranggotakan 180 media dari berbagai daerah. Namun selama empat bulan ini jumlah anggotanya terus bertambah menjadi sekitar 300 media dari 17 provinsi, yang bertujuan bersama pemerintah, menyehatkan dunia digital Indonesia, dan terutama media online, yang jumlahnya kian bertambah. 

Dalam acara tersebut Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar, Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Komunikasi dan Informasi Husein Abdulah, Tim Ahli Wakil Presiden  Sofyan Wanandi (KIP-Setwapres).

Penulis : Rusmin Nuryadin

Bagikan artikel ini

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang ditulis oleh user. Tanggung jawab isi sepenuhnya pada user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini. Namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.