RI-Kazakhstan: Jalin Kerjasama Sains, Teknologi, Kerukunan Beragama dan Perekonomian

RI-Kazakhstan: Jalin Kerjasama Sains, Teknologi, Kerukunan Beragama dan Perekonomian

DITULIS USER

Rusmin Nuryadin
ngopiNEWS 13 Sep 2017 WIB

Astana-Kazakhstan-wapresri.go.id. Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan bahwa misi utama kunjungan ke Kazakhstan adalah  menghadiri Koferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerjasama Islam (KTT OKI) dan bagaimana meningkatkan hubungan bilateral dengan Kazakhstan. 

“Pertama misi utama kita kan menghadiri summit daripada KTT OKI  yang khusus membicarakan sains dan teknologi. Yang kedua ialah bagaimana meningkatkan hubungan dengan Kazakhstan ini,”ucapnya kepada jurnalis usai KTT OKI di Astana Senin 11/9.

Dalam keterangan persnya, Wapres telah menemui semua pemimpin termasuk dengan ketua senat. “Pemimpin disini sangat terbuka,” kesannya.

Wapres menilai, Indonesia dengan Kazakhstan banyak kemiripannya  seperti penduduknya 70 persen mayoritas Islam moderat yang dapat menjaga kerukunan dan damai. “Dari situ ingin bekerja sama dengan kita, justru tadi dia mengundang kalau perlu datang ke Indonesia mengundang Presiden atau saya untuk menghadiri pertemuan antar agama disini,” terangnya.

Hal lain yang disampaikan Wapres adalah soal pemindahan Ibu kota Kazakhstan dari Almaty ke Astana pada tahun1997, sebuah kota modern baru di sebelah utara Almaty. Yang menarik dari pemindahan, dilakukan  ketika sedang krisis ekonomi.

“Dia pindah pada saat susah, Ekonomi Rusia susah,  harga minyak turun, dan dia mulai disitu, Jadi sebenarnya membuat Ibukota ini Stimulus Fiskal (meredam dampak krisis global yang mengancam perekonomian domestic), disamping tujuannya memindah Ibukota tetapi Stimulus akan terjadi pembangunan di Kazakhstan ini. Itu hal yang bisa kita lihat bagaimana mereka tumbuh seperti itu,” jelasnya.

Soal pembicaraan tentang sains dan teknologi, menurut Wapres,  secara konseptual itu baik sekali namun pelaksanaannya harus di jaga oleh rektor. “karena ujungnya nanti lebih banyak bekerjasama dengan Universitas kalau berbicara Sains dan Teknologi atau bekerjasma dengan industry,”imbuhnya.

Lebih lanjut Wapres mengungkapkan bahwa negara-negara Islam yang menonjol di Bidang Sains dan Teknologi tidak banyak, diantaranya cuma Iran, Turki, Indonesia, Mesir, dan Malaysia. Untuk itu perlu berjuang keras untuk memperbaiki sehingga Indonesia bisa naik peringkatnya. “Perlu berjuang keras untuk memperbaiki peringkat kita baik peringkat secara ukuran-ukuran di lembaga Internasional dan juga ukuran OIC,” pungkasnya.

Penulis : Rusmin Nuryadin

Bagikan artikel ini

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang ditulis oleh user. Tanggung jawab isi sepenuhnya pada user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini. Namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.