Rabitah Alam Islami Nyatakan Dukungannya Bantu UIII

Rabitah Alam Islami Nyatakan Dukungannya Bantu UIII

DITULIS USER

Rusmin Nuryadin
ngopiNEWS 15 Aug 2017 WIB

15/08/2017

Jakarta-wapresri.go.id. Sekretaris Jenderal Rabitah Alam Islami  Muhammad Abdul Karim Al Isaa mendukung pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII).

Hal itu ia sampaikan kepada awak media Setelah diterima Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla di Kantornya Jl Medan Merdeka Utara Jakarta Pusat, Selasa 15/8.

“kami siap untuk kerja sama, baik terkait dengan masalah pemikirannya maupun juga realisasi dari perwujudan program ini dan ini adalah sesuatu yang merupakan lanjutan dari apa yang kemarin kami lakukan yaitu konferensi internasional untuk menghadirkan peran Perguruan Tinggi Islam untuk menghadirkan Islam yang moderat,”tuturnya.

Selain mengutarakan suka citanya dan apresiasinya atas penerimaan yang begitu hangat, Abdul Karim juga menjelaskan program-program dan kegiatannya untuk menguatkan hubungannya. 

“Muslim world league adalah organisasi internasional yang didalamnya ada Indonesia sebagai anggota karenanya kami sangat merasa kunjungan kami kesini adalah kunjungan kepada saudara kami sendiri dan karenanya sangat wajar kami bisa diterima untuk kemudian bisa menguatkan hubungan antara Indonesia dengan muslim world league (MWL),” tuturnya.

Abdul Karim memuji dan bangga dapat bertemu yang menurutnya, Wapres merupakan seorang tokoh yang memiliki pemahaman tentang Islam dan Politik yang sangat baik sehingga kiprahnya bisa menjaga Indonesia yang moderat dan tidak menjadi Indonesia yang radikal. 

“Kami sangat siap untuk kerja sama dengannya untuk mengokohkuatkan Islam moderat dan mengkoreksi beragam cara pandang yang salah tentang Islam, ujarnya.

Mengawali pembicaraan Wapres mengapresiasi atas kunjungannya dan berharap dalam pertemuannya dapat meningkatkan persaudaran semasa muslim. 

“pertama-tama saya ucapkan selamat datang di Jakarta dan ini adalah persaudaraan kita untuk meningkatkan kerjasama,”tuturnya. 

Dalam pertemuannya Wapres mengungkapkan keprihatinannya akan radikalisme dan terorisme yang melanda negara Islam saat ini dan mengajak untuk bersama-sama menghentikannya. 

“tugas kita semua untuk menghentikan itu, karena itu kemaslahatan bersama,” ujarnya.

Wapres menambahkan keprihatinannya memuncak saat masyarakat Islam di banyak negara bukan hijrah dari Mekah ke Madinah tetapi dari Syiria, dari Irak ke Eropa. 

“itu sangat menyedihkan sekali,”imbuhnya

Wapres mensyukri kedamaian di Indonesia dengan penduduk Islam terbesar walaupun terkadang muncul konflik kecil namun berkat kerjasama masyrakat dan ulama serta pemerintah masalah tersebut dapat diatasi dengan baik.

“Karena itu kita, negara-negara Islam perlu meningkatkan lagi pemahaman agama yang benar dan moderat,”terangnya.

Selain itu juga Wapres menyampaikan bahwa Indonesia juga sedang mendirikan pusat pendidikan agama internasional di Jakarta dan diharapkan Rabitah dapat menjalin kerjasama.

“kami harapankan bekerja sama dengan Rabitah supaya terjalin suatu pemikiran-pemikiran yang baik. Disamping itu kita harapkan bekerja sama di bidang kemakmuran masyarakat kita untuk mengurangi kemiskinan di negara-negara Islam di dunia ini sehingga terwujud Islam itu Rahmatan lil ‘alamin,” ucapnya.

Organisasi Rabitah Alam Islami disebut juga Liga Dunia Islam. bertujuan untukmenyampaikan ajaran Islam, menghapuskan kesan yang salah tentangumat Islam, membantu golongan Islam yang tertindas atau minoritas, meningkatkan dakwah dan solidaritas Islam, serta mendukung perdamaian internasional. 

Turut mendampingi Abdul Karim dalam kunjungan Sekjen Lembaga Internasional Alquran Abdullah Ali Basyariyah, Direktur Bagian Muktamar Muslim World League Rahmatullah Inayatullah Ahmad, Direktur Hubungan Luar Negeri Muslim World League Mohammad Said Majdu’i, Direktur Bagian Penerangan Muslim World League Adel Zameel Alharbi, Direktur Muslim World League Jakarta Fahd MS Alharbi.

Sementara itu dalam pertemuannya Wapres didampingi oleh Wakil Ketua MPR Muhamad Hidayat Nur Wahid, Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar, Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Otonomi Daerah Syahrul Udjud (KIP-Setwapres).

Penulis : Rusmin Nuryadin

Bagikan artikel ini

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang ditulis oleh user. Tanggung jawab isi sepenuhnya pada user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini. Namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.