Mengurus Masjid Adalah suatu Keiklasan Dan Ibadah

13 Jan 2018 10:39   Pemerintahan
Mengurus Masjid Adalah suatu Keiklasan Dan Ibadah

Jakarta-wapresri.go.id. Wakil Presiden RI, HM Jusuf Kalla (JK) sebagai Ketua Dewan Masjid mengingatkan kepada para pengurus masjid bahwa mengurus masjid pada hakikatnya adalah suatu keikhlasan dan ibadah. Karena masjid adalah sebagai rumah Allah, tentu mempunyai suatu hal-hal yang perlu kita urus sebagai umat Islam, tegasnya saat mengukuhkan kepengurusan Dewan Masjid Indonesia (DMI) tingkat pusat Periode 2017-2022 di Masjid Istiqlal, Jakarta (12/1).

 

Lebih lanjut Wapres yang juga Ketua Umum DMI mengemukakan bahwa masjid di Indonesia saat ini  jumlahnya sangat besar. Bahkan terbesar di di dunia dengan jumlah kuarng lebih 900 ribu bangunan. Hal ini disebabkan jumlah penduduk muslim di Indonesia juga terbanyak di dunia. Sebagai perbandingan saja, jika penduduk Islam di Indonesia ada 230 juta, maka setiap 250 orang ada 1  rumah ibadah yaitu masjid atau mushalla, ucapnya seraya menambahkan Jika kita melihat masjid di mana-mana kalau dulu sholat Maghrib hanya ada satu atau dua shaff, sekarang sudah lima shaff. Subuh dulu hanya ada beberapa orang, tapi sekarang masjid di mana-mana itu sudah lebih banyak dibanding dahulu.Itu semua merupakan hasil daripada kebesaran hati, dakwah yang telah begitu hebat dirasakan Indonesia, itulah hasil dari persatuan kita semua, tegasnya. .Sebab itulah JK juga mengingatkan bahwa kepengurusan DMI tidak mewakili organisasi dan jabatan di pemerintahan..DMI bukanlah organisasi yang berorientasi terhadap politik. Bahwa ada pengurus DMI yang juga pengurus partai politik, tentu itu hak masing-masing. “Di sini juga ada Wakapolri, bukan sebagai  Wakapolri, Pak Syafruddin, tetapi sebagai umat yang dekat dengan masjid yang harus mengabdikan dirinya juga pada masjid, katanya.

 

Karenanya, sambung JK, masjid bebas menjadi tempat ibadah untuk kaum muslim siapa saja, tidak ada kelompok-kelompok tertentu yang menjadi tempat ibadah tertentu untuk siapapun. Masjid merupakan suatu tempat yang bersifat lebih umum dibanding agama-agama lain.

 

Karena itulah, lanjutnya, para pengurus masjid telah diberikan amanah untuk menjalankan fungsi masjid dengan sebaik-baiknya. Selalu saya tekankan, bahwa tugas kita ialah memakmurkan dan juga dimakmurkan masjid, ucapnya dihadapan para pengurus DMI yang dikukuhkan. Karena, tambahnya, masjid selain tempat ibadah, juga sebagai tempat berdakwah, berkumpul, tempat pendidikan, bahkan masjid bisa sebagai tempat pendorong ekonomi umat. Ini harus kita jalankan untuk mencapai tadi bagaimana kita memakmurkan dan dimakmurkan oleh masjid, ujar Wapres.

 

JK bersyukur suasana keagamaan di bangsa kita sangat baik dibanding dengan negara-negara lain. “Kita bukan Islam di Timur Tengah yang konflik satu sama lain. Kita bukan Islam di Asia Selatan yang juga selalu konflik dan juga penuh dengan pertentangan-pertentangan. Alhamdulillah muslim di Indonesia yang muslim moderat, yang wasathiyah, yang penuh dengan hidmat, yang penuh dengan persaudaraan, dan juga hubungan yang satu dengan yang lainnya, bangga Wapres.. 

 

Ia mengingatkan bahwa keberadaan masjid di Indonesia berbeda dengan masjid di negara lain dimana masjidnya banyak dibangun secara swadaya oleh masyarakat. Di negara-negara lainnya di Timur Tengah, di Malaysia, di Brunei,di Afrika, masjid itu di bangun dan semua pengurus masjidnya menjadi pegawai pemerintah dan kita Alhamdulillah merupakan inisiatif masyarakat, diberikan dorongan pembangunan oleh masyarakat, sehingga itu maka pengurus seperti Dewan Masjid ini sangat penting sekali, paparnya.

 

Oleh karena itu, maka hal tersebutlah yang menjadi bagian dari upaya kita semua.Masjid juga harus mengikuti situasi zaman yang seperti ini. Zaman yang penuh dengan teknologi, contohnya. 

 

“Maka kita berusaha masjid bukan hanya tersambung dengan pengeras suara, 24 jam selalu ada adzan di mana pun di Indonesia. Kalau lagi maghrib di Aceh, itu sudah menjelang isya di Jakarta, dan juga sudah menjelang subuh di Papua sana. Jadi, kita semua tersambung dengan adzan.Namun, tidak hanya melalui itu kita ingin tersambung, tapi juga melalui teknologi. Oleh karena itu, kita bisa memiliki kemakmuran di samping memperbaiki suasana  bagaimana masjid itu lebih baik. Masjid itu 80% tempat mendengar dan 20% tempat ibadah dan berdoa. Jadi, artinya artistik masjid itu harus lebih baik daripada sebelumnya karena 80% orang di masjid itu mendengarkan dan hanya 20% ibadah dan berdoa. Oleh karena itu, teknologi itu penting dan begitu juga bagaimana ketimpangan umat dapat kita perbaiki.Masjid harus menjadi pendorong ekonomi umat bukan tempat penjualan, ulasnya.

Oleh karena itu, JK menyampaikan masjid bisa bekerjasama dengan sistem perbankan dan para pengusaha untuk mendorong jamaahnya menjadi pengusaha-pengusaha yang baik dan seluruh pengurusnya untuk menjadi pengurus yang baik. Kita butuh pelatihan-pelatihan tentang keuangan masjid, pelatihan-pelatihan tentang dakwah yang baik, kita butuh pelatihan tentang sistem kebersihan, dan kita butuh pendidikan tentang managerial masjid yang baik.Itulah maka tugas-tugsa kita yang ada di sini untuk mengoordinasi itu secara nasional.Oleh karena itu, maka kita hadir di sini sebagai umat yang baik, yang ingin mengabdi kepada Allah SWT melalui beramal di masjid dan menjalankan ibadah di masjid. Di sini hadir teman-teman yang tentunya mempunyai cita-cita yang sama, mempunyai keikhlasan untuk mengatur masjid tersebut. Kita hadir sebagai pribadi yang ingin mengabdi yang ikhlas, ia mengingatkan. 

 

JK juga menyampaikan keberadaan Budi Gunawan, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) yang menduduki posisi sebagai Wakil Dewan Pakar DMI, yang dalam kesempatan itu  memberi nasihat untuk para pengurus. Pak Budi kan menasehatkan kita semua  bagaimana masjid itu tidak ada radikal, bagaimana ekonomi muslim dapat berjalan baik.  Juga ada Bapak Gubernur DKI, bagaimana kita semua bekerja sama membangun seperti itu. Juga penasihat para Kyai-Kyai ingin menyampaikan nasihatnya, bagaimana kita semua menjaga masjid sesuai dengan ajaran agama yang benar, bagaimana kita membina masjid itu menjadi penggerak umat yang baik, tegasnya.

 

“Kita sekali lagi tidak hanya memakmurkan, tidak hanya masjidnya yang makmur, jangan banyak daerah masjidnya bagus semuanya dari marmernya dan sebagainya, tapi begitu rumahnya pada gubuk-gubuk.Itu berarti masjid tidak berhasil memakmurkan jamaah.Kita ingin sepadan, masjidnya baik sekitarnya pun makmur, tapi kita ingin juga bahwa kalau makmur satu daerah maka tentu harus ada masjid yang baik.Ini penting juga contohnya Bapak Gubernur DKI, banyak tempat-tempat yang bagus, tapi masjid satu pun tidak ada di situ.Itu tidak seimbang jumlahnya.Ini satu syaratnya, seperti yang selalu saya katakan, jangan mengaji sebelum adzan itu sampai setengah jam, pakai kaset dan sebagainya. Harus betul-betul dengan orang yang cukup lima menit saja dan adzannya jangan terlalu keras pengeras suaranya jam empat subuh sehingga mengganggu orang yang lembur dari kantor atau kita di masjid juga harus ramah dengan sekitarnya. Itulah harapan kita semua, pungkas Wapres (Husain Abdullah-Jubir Wapres RI).