Lukisan Istana Kepresidenan,  Harta Tak Ternilai

Lukisan Istana Kepresidenan, Harta Tak Ternilai

DITULIS USER

Rusmin Nuryadin
ngopiNEWS 01 Aug 2017 WIB

1/8 2017

Jakarta, wapresri.go.id – Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan ke-72, Sekretariat Negara kembali menggelar pameran lukisan koleksi Istana Kepresidenan bertempat di Galery Nasional Indonesia dengan mengusung tema “ Senandung Ibu Pertiwi” dengan menampilkan 48 lukisan karya dari 41 pelukis yang dibuat  antara abad 19 dan 20.  

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla  saat membuka pameran  tersebut pada Selasa pagi (1/8) menyatakan bahwa koleksi lukisan Istana Kepresidenan merupakan harta yang tak ternilai harganya. "Begitu banyak  harta-harta yang tidak ternilai yang sebagian besar ada di Istana. Patut diketahui bahwa Bung Karno lah yang mempelopori begitu banyak lukisan-lukisan yang sangat bermutu dan sangat berharga," ujar Wapres.

Lebih jauh Wapres mengungkapkan bahwa koleksi lukisan Istana Kepresidenan memiliki makna sejarah serta menggambarkan keindahan alam Indonesia.  “Lukisan ini tentu mempunyai makna, pertama makna sejarah, keindahan alam, perilaku kita ataupun makna yang lain dalam artian bahwa kita menikmati sesuatu ciptaan kita semua yang sangat berharga,” ungkapWapres.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara dalam laporannya  yang dibacakan oleh  Menteri Pendidikan dan Kebudyaan Muhadjir Effendy  menyatakan bahwa tujuan penyelenggaran pameran antara lain adalah  agar masyarakat dapat ikut serta menikmati  karya para seniman yang berkualitas tinggi, untuk menunjukkan karya-karya unggulan seniman  kepada komunitas internasional,  serta merupakan perwujudan   komitmen  Kementerian Sekretariat Negara  atas pemeliharaan karya-karya seni unggulan dari masa lalu yang menjadi koleksi di Istana –Istana kepresidenan.

Selain tujuan tersebut diatas, kegiatan pameran ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya kebangsaan dalam menunjukkan Istana Kepresidenan sebagai etalase benda seni budaya bermutu tinggi.

Pameran kali  ini merupakan   pameran  lukisan Istana Kepresidenan kedua, setelah sebelumnya sukses pada penyelenggaraan pameran  pertama pada tahun 2016, yang akan dibuka untuk umum mulai tanggal 2 hingga 30 Agustus 2017.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Sejumlah Perwakilan  Duta Besar Negara Sahabat, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf,  Kepala Sekretariat Wakil Presiden  Mohamad Oemar serta Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan, Bambang Widianto.

Penulis : Rusmin Nuryadin

Bagikan artikel ini

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang ditulis oleh user. Tanggung jawab isi sepenuhnya pada user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini. Namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.