Kegiatan Wapres Jk tanggal 22/5
Wapres Jusuf Kalla menerima Rektor Universitas Negeri Padang di kantor Wapres Merdeka Utara Jakarta 22/5

Kegiatan Wapres Jk tanggal 22/5

DITULIS USER

Rusmin Nuryadin
ngopiNEWS 23 May 2017 WIB

Menerima Rektor Universitas Negeri Padang

 

Jakarta. www.wapresri.go.id. Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menerima Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Prof. Ganefri, Ph.D., di Kantor Wapres Merdeka Utara, hari Senin (22/05/2017). 

Kedatangan Ganefri tersebut untuk melaporkan pembangunan pengembangan fisik kampus UNP yang pembangunannya telah selesai tahun 2017 ini.

Mengawali pertemuan, Ganefri mengucapkan terima kasih dan menyatakan rasa bangga atas penerimaan Wapres terhadap ia dan jajarannya. Ini merupakan yang pertama kali kami (Rektor UNP) diterima Wapres, ini sejarah baru bagi UNP, kata Ganefri kepada Wapres.  

Ganefri menjelaskan bahwa UNP yang dahulunya bernama Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Padang tersebut, berdiri di atas lahan seluas 32 hektare, yang tersebar di lima lokasi di Sumatera Barat. Adapun yang dibangun terakhir ini merupakan pengembangan kampus utama yang terletak di Kota Padang, jelas  Ganefri.

Maksud pembangunan pengembangan kampus UNP adalah untuk meningkatkan kapasitas fisik ruang UNP, dalam rangka peningkatan tenaga guru yang berkualitas. Karena core business kami adalah untuk meningkatkan kualitas tenaga guru, Bapak Wapres, ungkapnyai kepada Wapres.

Pengembangan fisik kampus UNP, sebetulnya sudah mendapatkan dukungan dari Bapak  Jusuf Kalla sejak masih menjabat  sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) di era Presiden Megawati Soekarnoputri, dan  terus dikembangkan secara bertahap hingga terakhir pengembangan kampus utama sekarang ini.  

Karena itu dengan selesainya pembangunan tersebut, Ganefri mengundang Wapres untuk berkunjung ke UNP di Provinsi Sumatera Barat, sekaligus meresmikan pembangunan pengembangan kampus utama dimaksud. Kami mohon perkenan Bapak Wapres untuk hadir meresmikan pengembangan kampus dimaksud  Bapak, jika berkenan waktunya pasca Idul fitri sekitar 7 Juli 2017 atau menyesuaikan acara Bapak, pinta Ganefri. 

Menanggapi permohonan tersebut, Wapres menyatakan kesediaan untuk hadir dan meresmikan pemanfaatan gedung kampus UNP yang telah selesai dibangun tersebut. Terima kasih Pak Rektor, atas kunjungannya ke Kantor Wapres, sekaligus  undangan untuk meresmikan pembangunan pengembangan gedung kampus UNP.  Insya Allah saya akan hadir, kata Wapres.  

Bahkan Wapres menyatakan kebanggaan atas berkembangnya UNP tersebut, yang berarti UNP dapat menjadi ikon kemajuan pendidikan Provinsi Sumatera Barat di samping juga Universitas Andalas (Unan).  Dahulu orang-orang dari pulau Jawa jika ingin belajar agama larinya ke Minang (Sumatera Barat), tetapi sekarang sebaliknya orang-orang Padang belajarnya ke Gontor Jawa Timur, ujar Wapres. Oleh karena itu lanjut Wapres, dengan berkembangnya UNP tersebut dapat menjadi indikator berkembangnya pendidikan di Provinsi Sumatera Barat. 

Turut hadir mendampingi Ganefri yaitu Ketua Dewan Pertimbangan/Penyantun Dr. Ir. Dwi Soetjipto, MM., Anggota Dewan Pertimbangan Febby Dt.Bangso Nan Putiah, Staf Ahli Rektor Dr. Mohammad Anwar, S.Pd., MT., Wakil Rektor II Drs. Syahril Bakhtiar, M.Pd., Wakil Rektor IV Prof. Dr. Syahrial Bakhtiar, M.Pd., Ketua Senat Prof. Dr. Z. Mawardi Efendi, M.Pd., Sekretaris Senat Prof. Dr. Sufyarma M., M.Pd. 

Sementara Wapres didampingi oleh Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Bambang Widianto, Staf Khusus Wapres Sjahrul Udjud. (KIP-Setwapres).  

Penulis : Rusmin Nuryadin

Bagikan artikel ini

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang ditulis oleh user. Tanggung jawab isi sepenuhnya pada user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini. Namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.