Dandim 0714/salatiga Dampingi Pangdam Iv/diponegoro

26 Oct 2018 06:37   ngopiBEBAS
Dandim 0714/salatiga Dampingi Pangdam Iv/diponegoro

Salatiga,pada tanggal 25 Oktober 2018 pukul 09.08 WIB bertempat di Lapangan Pangsar Jendral Soedirman Kec Ambarawa Kab Semarang telah berlangsung kegiatan Tinjau Medan oleh Mayjen TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos.,M.Si. (Pangdam IV/Diponegoro) beserta rombongan dalam rangka persiapan Hari Juang Kartika Tahun 2018

 

 

 

Dalam kegiatan ini Pangdam IV/Diponegoro didampingi oleh, Kolonel Arm Moch Erwansjah, S.I.P., M.Hum (Danrem 073/Makutarama), Kolonel Inf Moch. Takujasa Wiriawan.(Asintel Kasdam IV/Diponegoro),Kolonel Inf Denny Fardani. (Asops Kasdam IV/Diponegoro),Kolonel Cpl Argo Ponco. (Ka Pal Dam IV/Diponegoro),Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto, S. E., M. I. K (Kasi Intelrem 073/Makutarama), Letkol Inf Hariyadi, S, Sos.(Kasi pers Korem 073/Makutarama), Letkol Inf Prayogha Erawan.(Dandim 0714/Salatiga), Letkol Kav Donan Wahyu Sejati,S.sos (Danyon Kav 2/Tc),Letkol Inf Loka Jaya Sembada (Kasi Opsrem 073/Makutarama),Lettu Cpm Dani Martiyan (Dansupdenpom IV/3 - 3 Ambarawa),Kapten Arh Sunaryo (Danramil 09/Ambarawa) serta Akp Slamet Mustamto, SH (Kapolsek Ambarawa ).

 

 

 

Peninjauan Lapangan Panglima Besar Jenderal Soedirman ini dilaksanakan untuk mengecek kondisi lapangan yang akan digunakan untuk Upacara Hari Juang Kartika yang akan dilaksanakan di Bulan Desember,Hari Juang Kartika (Dulunya adalah Hari Infanteri )diperingati untuk mengenang Pertempuran yang dipimpin oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman melawan Belanda Di Ambarawa,Perjuangan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang dipimpin Jenderal Soedirman pada pertengahan Desember 1945 membuat tentara sekutu terjepit dan akhirnya mundur dari Ambarawa menuju Semarang. Walaupun dihadang dengan seluruh kekuatan persenjataan modern serta kemampuan taktik dan strategi sekutu, para pejuang RI tak pernah gentar sedikit pun. Mereka melancarkan serangan dengan gigih seraya melakukan pengepungan ketat di semua penjuru kota Ambarawa. Dengan gerakan pengepungan rangkap ini sekutu benar-benar terkurung. Jenderal Soedirman sebagai pemimpin pasukan menegaskan perlunya mengusir tentara sekutu dari Ambarawa secepat mungkin. Sebab sekutu akan menjadikan Ambarawa sebagai basis kekuatan untuk merebut Jawa Tengah. Dengan emboyan ”Rawe-rawe rantas malang-malang putung, patah tumbuh hilang berganti”, pasukanTKR memiliki tekad bulat membebaskan Ambarawa atau dengan pilihan lain gugur di pangkuan ibu pertiwi. (Pendim0714)