Para cyclist yang gowes bareng di atas indoor trainer dengan menggunakan aplikasi Zwift. Mereka dikenal dengan sebutan Zwifter. (Foto: Istimewa)

Zwiftaaa, Komunitas Zwifter Perempuan Gowes Bareng Virtual

Gowes Bareng 15 August 2020 11:43 WIB

Di tengah pandemi corona virus ini, banyak cyclist yang gowes di atas indoor trainer. Mereka menggunakan aplikasi Zwift. Mereka disebut dengan Zwifter. Bahkan, sudah ada komunitasnya yakni ZID (Zwift Indonesia).

Mayoritas anggota ZID adalah cyclist pria. Sehingga cyclist perempuan kadang tertinggal peloton. Meski, gowesnya secara virtual itu.

"Nggak enak banget jika gowes bareng-bareng lantas tertinggal. Jadi akhirnya saya gowes sendirian," kata Christin Wijaya.

Setelah ngobrol dan mendapat persetujuan dari Iman Santoso, Presiden ZID, Christin mengajak, Adhina Ayuningtyas dan Dyah Ayu untuk gowes dan latihan bareng dengan aplikasi Zwift.

"Akhirnya kami membuat komunitas Zwifter khusus perempuan. Namanya Zwiftaaa. Dengan tiga huruf a mewakili tiga dara ayu," kata Christin lantas tertawa.

Para Zwifter gwes bareng Foto Istimewa Para Zwifter gwes bareng. (Foto: Istimewa)

Mereka juga membuat grup whatsapp dengan nama yang sama. "Jadi, Zwiftaaa ini masih berada di bawah naungan ZID," ujarnya.

Tujuannya untuk berkordinasi kapan meet up bersama lalu gowes bareng di aplikasi Zwift itu. "Kami juga aktif mengundang zwifter perempuan untuk gabung. Dengan banyak teman kami makin semangat," kata Andhina.

Pilot cantik inipun menambahkan bahwa setiap hari Selasa dan Kamis jam 5.30 sampai jam 6 pagi pasti ada gowes bareng.

"Biar keren kami menggunakan seragam yang sama namanya Ingamba. Jadi meskipun di aplikasi Zwift secara virtual tapi kami kompakan," imbuh Dyah Ayu.

Anggota komunitas Zwiftaaa ini ada 30 cyclist perempuan yang tersebar berbagai kota di Indonesia. Paling banyak tentu dari Ibukota Jakarta.

Ada yang di Semarang yaitu Vita Dewi, Dewi, Joyce, Citra, dan ibu Siti Atikoh, istri Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Anggota komunitas zwiftaaa dari Semarang Foto IstimewaAnggota komunitas zwiftaaa dari Semarang. (Foto: Istimewa)

Lantas, ada dokter Echi dan Nanda dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan Elianti dari Papua. Dari Surabaya, ada Isna Iskan, Maya Anggraeny, dan Yuvita.

"Ada juga dari Makasar bernama Putri. Juga Shassy, cyclist dari Indonesia yang tinggal di Budapest," kata Nanda Alhumaira, yang didaulat memegang admin instagram Zwiftaaa.

Beberapa dari cyclist perempuan ini sudah pernah bertemu di even sepeda. Mayoritas kenalnya hanya di dunia maya. Tapi kekompakan latihan bersama sangat kuat.

Jadi, setiap anggota grup yang nge-zwift hari itu saling menunggu cyclist lain yang tertinggal. Itu menambah motivasi mereka untuk berlatih supaya tidak tertinggal lagi.

Anggota Zwiftaaa berasal berbagai daerah di Indonesia Foto IstimewaAnggota Zwiftaaa berasal berbagai daerah di Indonesia. (Foto: Istimewa)

"Berbeda gowes Zwift dengan cyclist pria. Apabila kita tertinggal peloton maka latihannya jadi malas. Tidak termotivasi lagi. Karena kemampuan saya terbatas. Jadi, saya tidak mungkin bisa mengejar peloton itu," kata Maya Anggraeny.

Maya mengaku kemampuan dan kekuatan gowesnya bertambah setelah rutin mengikuti latihan bersama komunitas Zwiftaaa.

"Anggota Zwiftaaa yang kuat-kuat sering berada di peloton depan tapi mereka tetap kontrol grup agar tidak ada yang tertinggal. Jadi kami termotivasi untuk terus berada di dalam peloton. Itulah yang membuat jadi lebih kuat," imbuh ibu tiga anak ini.

Christin menekankan, bahwa anggota Zwiftaaa yang kuat harus rela menekan egonya demi melatih anggota lain yang kurang kuat.

Bukti kekompakan lain adalah saat tiga dara, Christin-Andhina-Dyah melakukan gowes 1.000 km selama tiga hari beberapa waktu lalu. Anggota Zwiftaaa bergantian menemani mereka gowes.

Zwiftaaa dari Kalimantan Papua Surabaya Semarang dan lainlain  Foto IstimewaZwiftaaa dari Kalimantan, Papua, Surabaya, Semarang, dan lain-lain. (Foto: Istimewa)

"Tujuan utamanya sih memberi semangat. Agar mereka tidak merasa sendirian. Meskipun secara virtual tapi kami benar-benar menemani mereka gowes. Kita atur jadwal di grup whatsapp siapa gowes dan jam berapa," jelas Vita Dewi.

Lucunya, di dalam grup whatsapp Zwiftaaa sering bercanda. "Tidak hanya membahas soal sepeda, wheelset, badge, kadang juga membahas gurauan jokes-jokes lucu. Kebetulan beberapa anggota Zwiftaaa mempunyai hewan peliharaan kucing," cerita Andhina lantas tertawa.

Jadi, Zwiftaaa ini sangat terbuka kepada semua cyclist perempuan yang ingin join. Tidak perlu lagi malu atau tidak percaya diri karena selalu tertinggal apabila gowes virtual dengan laki-laki.

Silahkan kirim direct message ke instagram Zwiftaaa berisi nama dan nomor handphone. Nanti Nanda akan merespon dan memasukkan ke dalam grup whatsapp dan langsung bisa join gowes bareng secara virtual.

Maya Anggraeny anggota komunitas Zwiftaaa dari Surabaya Foto IstimewaMaya Anggraeny, anggota komunitas Zwiftaaa dari Surabaya. (Foto: Istimewa)

Penulis : Yudy Hananta

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

01 Oct 2020 09:10 WIB

Anas Urbaningrum Dapat Potongan Hukuman Selama 6 Tahun

Hukum

Pidana Anas Urbaningrum turun dari 14 menjadi 8 tahun.

01 Oct 2020 08:14 WIB

Debat Kepribadian

Dahlan Iskan

Pilpres AS memasuki masa debat calon pilpres. Siapa yang menang?

01 Oct 2020 07:45 WIB

Lapierre Aircode DRS, Upgrade Sepeda Aero Jadi Nyaman dan Laju

Gowes Bareng

Lapierre tidak hanya membuat sepeda lebih aerodinamis, geometri frame juga membuat posisi cyclist jadi lebih aero.

Terbaru

Lihat semua
01 Oct 2020 08:14 WIB

Debat Kepribadian

Dahlan Iskan
Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...