Sumur peninggalan Nabi Musa AS di pantai Laut Merah. (foto: ferry is mirza)
Sumur peninggalan Nabi Musa AS di pantai Laut Merah. (foto: ferry is mirza)

Ziarah ke Sumur Nabi Musa Pantai Laut Merah

Ngopibareng.id Feature 28 February 2018 10:35 WIB

Dari Jakarta kami terbang ke Oman, dengan ibukotanya Muscat. Di Muscat cuma sehari, tapi alhamdulillah dalam sehari itu (Senin 19 Februari 2018) kami sempat melakukan sholat Dhuha di masjid termegah ketiga di dunia, yaitu Masjid Sulthan Qaboos.

Masjid Sulthan Qaboos amat megah,  berlokasi di tengah kota Muscat, layaklah bila masjid beraksitektur Mediterenian ini dikatakan termegah ketiga di dunia setelah Masjidil Harram Makkah dan Masjid Nabawi Madinah.

Selain megah dan luas, masjid yang juga jadi obyek kunjungan wisatawan  berbagai negara termasuk non muslim dari Rusia, Inggris, Jerman, dan Perancis itu memiliki tanaman beraneka warna bunga.

Luas masjid Sultan Qaboos 456,000 M2, dengan dinding-dinding yang melengkung indah, lampu kristal menggantung megah. Sedang langit-langitnya penuh dengan  hiasan ukiran.

Selain keindahan arsitektur, masjid ini dikelilingi oleh taman besar dengan berbagai jenis tanaman, pohon serta  bunga yang amat indah dan terawat. Taman-taman indah itu membuat pengunjung terkagum-kagum.

Di antara tanaman penyejuk mata itu, ada satu pohon (entah apa namanya) yang aneh menurut penulis. Kenapa? Karena pohon yang berada di sebelah timur masjid itu ibaratnya seperti menangis. Penulis menjuluki Tree Crying. 

"Baunya menyengat," kata H Yasir Hasyim yang menyaksikan seraya menutup hidung. "Aneh ya. Seperti air getah yang menetes," timpal Hj Siti Nur Indah, direksi Al Multazam Utama Nusantara Travel/KBIH Sidoarjo.

Dari Muscat, hari itu kami terbang ke Mesir. Tiba di Kairo, rombongan langsung melakukan citytour, antara lain dengan mengujungi Piramida, Masjid Amru Bin Al Ash, Masjid Al Azhar, dan Masjid Husain di tengah kota Cairo. 

Pagi 20  Februari selepas sarapan dan check out dari hotel,  kami  melanjutkan Jelajah Negeri Para Nabi. Jalan darat menuju kota Catherine untuk naik ke Gunung Tursina,  yang harus dilalui dengan menyeberangi Terusan Suez.

Kami  nyeberang dari Benua Afrika ke Benua Asia di Terusan Suez lewat terowonogan bawah laut, hanya butuh waktu kurang dari 4 menit.

Sekarang saya berhenti di sumur Nabi Musa A.S di tepi pantai Laut Merah. Dari 13 sumur yang ketika airnya bisa keluar menyembur lantaran diketuk dengan tongkat Nabi Musa A.S, kini tinggal 1 sumur yang masih keluar airnya.

Kisah tentang sumur air ini diriwayatkan juga di Surah Al Baqarah ayat 60. Kala itu kebutuhan air sumur dimanfaatkan oleh Bani Israil. Namun, airnya berasa pahit. Atas ridha Allah Ta'ala salah satu dari sumur itu berasa tawar cenderung manis setelah diketuk dengan tongkat Nabi Musa A.S

 

Rombongan MyHalalTrip foto bersama di Pohon Menangis yang ada  Masjid Sultan Qaboos Muscat Oman foto ferry is mirzaRombongan MyHalalTrip foto bersama di Pohon Menangis yang ada Masjid Sultan Qaboos, Muscat, Oman. (foto: ferry is mirza)

Kamis 22 Februari pekan lalu, saya dengan beberapa anggota jamaah MyHalalTrip mendaki Gunung Tursina yang ketinggiannya 1.600 meter. Di tempat inilah Nabi Musa AS  menerima wahyu Allah berupa 10 perintah. Kisah Nabi Musa AS mendapat wahyu di Gunung Tursina dalam kisah lain juga dikenal dengan Ten Commandement.

Persiapan untuk mendaki Gunung Tursina sudah kami lakukan sejak malam sebelumnya. Perlengkapan yang ada antara lain kaos tangan, jaket panjang, pelindung telinga, topi serta baju berlapis dan sepatu bot yang kesemuanya untuk menahan suhu udara antara 4 sampai 5 derajat Celcius.

Bagaimana kami mendaki Gunung Tursina, tunggu tulisan berikutnya. (bersambung/Ferry Is Mirza)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...