Yusuf Mansur Mengaku Difitnah Soal Pertemuannya dengan Rasul

10 Oct 2019 00:35 Gosip Artis

Ustadz Yusuf Mansur mengunggah ulang pemberitaan dirinya yang diposting oleh akun Fatma Yatimah Jr. Yusuf Mansur disebut pernah berujar sering bertemu rasul. Pertemuan itu dialaminya dalam keadaan sadar, bahkan sambil ngopi.

"UMT: Saya sering bertemu Rasulullah SAW dalam keadaan sadar, bahkan sambil minum kopi," begitu bunyi tulisan yang diposting di Instagram @yusufmansurnew.

Tuding itu langsung dibantah oleh ayah Wirda Mansur, bintang film The Santri itu. Ia sampai memberikan tanda silang dalam unggahannya tersebut.

"Hehehe. Entah apa yang merasuki kita semua. Hihihi. Sampe nulis yang enggak-enggak. Tentang Nabi pula. Gak ngeri ya?" demikian keterangan yang ditulis Yusuf Mansur.

Ia lantas memberikan pesan kepada pembuat fitnah tentang dirinya. Ia bahkan mendoakan yang baik untuk provokator tersebut.

"Jangan lupa shalawat ya. 1.000 sehari dah. Biar idup banyak keberkahan dan keberuntungan," demikian tulisnya.

Yusuf Mansur bahkan mengunggah ulang video lawas saat dirinya mengisi kajian islami di sebuah stasiun televisi. Menurut dia, fitnah tentang dirinya yang sering berjumpa Rasul bersumber dari potongan-potongan ceramah dirinya saat tampil di televisi tersebut.

View this post on Instagram

Adakah rasa kangen kepada Rasul? Adakah rasa rindu padanya? Secara kita jd bs sujud kepada Allah, Pencipta, Pengatur, Pemelihara, Pengendali, alam semesta? Dg izinNya, sebab Rasulullaah? . . Gini ya... Kita ada yg ngirim duit... Ngasih duit. Ke kita. Kita penasaran koq. Siapa ya? Pengen tau. Pengen ketemu. . . Anak kita selama SD, dibiayain sama Fulan. Kita bawa anak kita. Ketemu beliau. Pengen ngucapin makasih. . . Dan banyak lagi contoh lain. . . Nah, apa yang Rasul udah kasih kepada kita? Emang jg kalo kita makhluk materialistis semata, kayak Rasul ga pernah ngasih apa2 dg IzinNya. Padahal yang udah diupayakan Rasul? Adalah yang jauh lbh berharga dari dunia dan seisinya. Kita jd beriman, jd muslim muslimah... Bs tau Qur'an... Ngerti shalat 5wkt... Dan seluruh pengajaran Allah dan RasulNya. Sekali lagi, dg izinNya. . . Lalu ga datangkah kerinduan itu? Yang membuat kita mampu bershalawat banyak2? Sbg tanda juga bahwa kita sungguh rindu. . . Kita hidupkan spirit kebersamaan dg Rasul. Sampe malu kalo sbnrnya bisa ngelaksanain sunnah2nya, tp ini malah ga ngelaksanain. Kita hadirkan Rasulullaah dlm kehidupan kita. Spiritnya membersamai kita. Sampe2 kalo makan ga baca bismillaah, serasa ditegor. Serasa ada yg negor. Serasa kalo abis shalat fardhu, lalu mau lsg jalan, ada rasa malu. Tar kalo ditanya sama Rasul? Segitunya? Cuma yang wajib doangan? Ga tau ada sunnah qobliyah ba'diyah? Atau emang males? Atau ga suka? Kebebanan? Nah. Sampe akhirnya kita kegedor atinya. Lalu bangkit. Jalanin sunnah ini sunnah itu. . . Bnr2 kita "idupin" Rasulullaah dlm idup kita. Shingga kalau kita idup ga berkualitas, bikin dosa mulu, gampang maksiat, timbul rasa malu sama Rasul. Masa iya ngecewain Rasul? Masa iya bikin sedih Rasul? Mau sampe kapan ga bikin bangga Rasul? Punya kita sebagai ummatnya? . . Lalu kita jd semanget nyantunin anak yatim. Sedekah. Nyayangin orang susah, orang miskin. Sbb kepengen bikin Rasul senyum dg izin Allah. Kita jg jd semanget nuntut ilmu. Kerja. Dagang. Dll. Idup manfaat ssuai pesan Rasul. . . Qul... Katakanlah... In kuntum tuhibbunallaaha, kalau engkau bener mencintai Allah, fattabi'uunii... Kata Rasul, ayo ikuti aku... . . Bersambung...

A post shared by Yusuf Mansur (@yusufmansurnew) on

Yusuf Mansur menjelaskan makna di balik ungkapannya soal kedekatan dengan Rasul. Ia pun mengungkap beberapa contoh serupa.

"Terus saya bawa lagi ke urusan emak. Saya bilang, ada emak insight, emak insight tuh apa? Ya kita nggak bisa dipisahin dari emak kita. Nempel sebagai bagian dari emak kita," ujar Yusuf Mansur.

"Bahkan suku, kaum, daerah, kota. Ketika kita ke luar negeri, kita Indonesia insight. Merah putih insight. Nggak bisa kita bilang 'gue lagi di Belanda, gue bukan orang Indonesia' nggak bisa. Tetap saja kita harus membawa nama Indonesia dan pasti ketempelan sama Indonesia," sambungnya lagi.

Gagasan itulah yang membawa ceramah Yusuf Mansur pada keimanan umat Islam ke Rasulullah. Jika iman sudah dalam, menurut ustaz Yusuf Mansur, kedekatan dengan Rasul bisa terasa tak ada sekat.

"Nah, sampai situ, dengan durasi ceramah sampai satu jam, saya bawalah pada cerita Rasul insight. Maksudnya tuh, nempel Rasul sama kehidupan kita, gitu loh. Itu kan," katanya.

"Kok Rasul bisa negur? Lah kan lo punya suara hati, kan gitu. Ketika kita misalkan pengin berbuat salah, terus kita ingat nasihat emak kita. Nah nasihat emak kita kan jadinya kayak hidup emak kita kan. Emak kayak ada di samping kita gitu kan, terus pakai gerakan tangan dia yang 'eh jangan nakal, jangan bandel' terus kita bilang aduh emak nasihatin saya," ucap Yusuf Mansur.

"Ketika kita bilang emak nasihatin saya, apakah emak benar-benar emak datang secara fisik? Ya nggak lah. Kalau misalkan dia sudah meninggal, tapi spiritnya (tetap ada). Makanya saya bilang, nempel bersama kita, ada dalam kehidupan kita," lanjutnya lagi.

Penulis : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini