Reni mengendarai sepeda saat rapat paripurna perdana DPRD Kota Surabaya. (Foto: istimewa)

Kritik Pejabat Pemkot Surabaya dengan Budhal Mancal Sepeda

Surabaya 03 September 2019 17:37 WIB

Ada pemandangan yang berbeda saat rapat paripurna perdana DPRD Kota Surabaya periode 2019-2024 kemarin. Di saat anggota DPRD terpilih jor-joran menggunakan mobil untuk datang ke Gedung DPRD, salah satu anggota DPRD terpilih Reni Astuti malah datang menggunakan sepeda angin.

Reni menyebut kedatangannya saat rapat paripurna dengan menggunakan sepeda bukan bagian pencitraan dirinya sebagai anggota dewan. Kata dia, sebenarnya sudah sering menggunakan sepeda angin saat berangkat kerja ke kantor dewan. Harinya bisa berubah-ubah, tergantung ada acara apa di kantor dan sedang puasa atau tidak.

 "Wah, nggak ada gimmick-gimmick gitu. Kebetulan kemarin itu kan saya tidak puasa dan takut macet karena Jalan Yos Sudarso ditutup. Akhirnya bersepeda," kata Reni.

Reni menceritakan jika dirinya sudah membiasakan diri untuk bersepeda ke kantor dewan secara rutin seminggu sekali karena adanya imbauan dari Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, beberapa tahun lalu.

Dalam imbauan itu, Risma ingin seluruh pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya, menggunakan sepeda pancal untuk ke kantor ataupun menggelar bersepeda bersama.

"Ini itu gara-gara imbauan Bu Risma yang bilang harus bersepeda seminggu sekali. Soalnya kata Bu Risma, banyak yang belum usia 50 tahun sudah terkena penyakit jantung, kolestrol, dan yang berat-berat lainnya. Jadi harus olahraga. Makanya, saya ingin ikuti imbauan itu meskipun saya bukan pejabat Pemkot. Apa salahnya untuk kesehatan kan?" imbuh Reni.

Selain alasan kesehatan, dia sebenarnya juga ingin menegaskan kembali soal kebijakan larangan parkir kendaraan bermotor setiap Jumat di minggu keempat. Muatan dari kebijakan itu sebenarnya untuk mengajak pejabat Pemkot Surabaya untuk menggunakan sepeda saat berangkat ke kantor.

Namun, kata Reni, kebijakan itu belum dilakukan secara konsisten oleh pejabat Pemkot Surabaya. Harusnya, pejabat Pemkot Surabaya melakukan secara konsisten terlebih dahulu, sebelum dilemparkan kepada masyarakat.

"Ya habitnya harus dari internal dulu baru keluar. Masyarakat lihatnya positif, pasti ditiru," kata dia.

Saat berangkat ke kantor dengan bersepeda, Reni menyebut hanya membutuhkan waktu sekitar 30-40 menit saja. Padahal, rumahnya berada di daerah Sukolilo. Jaraknya, sekitar 10km antara rumahnya dengan gedung DPRD Surabaya.

"Ya lumayan lah. Jadi berangkat lebih pagi biar tidak panas dan tidak telat," katanya.

Penulis : Alief Sambogo

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

29 May 2020 01:30 WIB

DPRD Surabaya Setuju New Normal Diterapkan di Kota Pahlawan

Surabaya

Awi mengatakan, itu akan kembali menghidupkan lini masyarakat

29 May 2020 00:46 WIB

Risma Paparkan LKPJ 2019 di DPRD Kota Surabaya

Surabaya

Risma menjelaskan berbagai program yang telah dijalankan pada 2019.

27 May 2020 19:01 WIB

Massa Penolak PSBB Luruk DPRD Kota Surabaya

Surabaya

Sebab PSBB di Surabaya dirasa menyiksa masyarakat berpenghasilan rendah

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...