Ning Ienas Tsuroiya bersama Ulil Abshar Abdalla, suaminya, dan kolega mereka. (Foto: aku fb ienas tsuroiya)
Ning Ienas Tsuroiya bersama Ulil Abshar Abdalla, suaminya, dan kolega mereka. (Foto: aku fb ienas tsuroiya)

Yesus Kristus dalam Dialog Islam-Katolik, Catatan Putri Gus Mus

Ngopibareng.id Islam Sehari-hari 25 December 2019 06:35 WIB

Dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Indonesia, dialog antariman harus terus menerus diadakan. Ienas Tsuroiya, Putri KH Ahmad Mustofa Bisri, di antaranya, mempunyai perhatian serius terhadap masalah dialog Islam-Katolik.

Terkait dengan suasana Natal 2019, ngopibareng.id menurunkan catatan Ning Ienas Tsuroiya, yang juga istri intelektual Muslim terkemuka, Ulil Abshar Abdalla. Berikut catatan uniknya:

"Yesus Kristus dalam Dialog Islam-Katolik". Demikianlah tema seminar yang digelar di Balai Paroki Gereja Santo Yakobus pada tanggal 16 November 2019 lalu.

Saat itu saya hadir mendampingi Mas Ulil Abshar Abdalla yang menjadi narasumber bersama Romo Agustinus Suryonugroho dan mas Aan Anshori. Sebenarnya seminar terbuka untuk umum, meski menjadi bagian dari program kelas Teologi. Tapi kami memutuskan tidak menyiarkan seminar itu via facebook live streaming dengan berbagai macam pertimbangan.

Mas Ulil yang diberi kesempatan pertama untuk berbicara, sempat membacakan beberapa ayat Surah Maryam ~dengan langgam Jawa~ dan kemudian menerjemahkan dan menjelaskan kepada para peserta, termasuk ayat yang menceritakan kisah lahirnya Nabi Isa alaihissalam (Yesus Kristus). Dilanjut dengan uraian panjang tentang Yesus dalam pandangan Islam.

Kemudian dilanjut oleh Romo Suryo, yang mengawali presentasinya dengan "memamerkan" perundungan (bully) yang diterimanya setelah beliau menulis status di facebook menanggapi pernyataan UAS tentang "salib dan jin" yang sempat viral itu. Yang mengesankan, Romo Suryo yang jago bahasa Arab dan pernah belajar di Mesir ini juga sempat melantunkan Kidung Maria dalam bhs Arab. Suaranya merdu, syahdu.

Ada salah satu pernyataan mas Ulil ketika menjawab salah satu peserta yang menurut saya layak digaris-bawahi: "Agama adalah soal keyakinan. Hal-hal yang dipercaya di agama A, bisa jadi terasa aneh dan lucu buat pemeluk agama lain. Demikian juga sebaliknya. Jadi, kalau tidak mau diolok-olok atau direndahkan, seyogyanya kita juga tidak mengolok atau merendahkan agama lain."

Selamat menyambut Natal untuk semua teman yang merayakan. Selamat Tahun Baru dan selamat berlibur buat semua.

*) Dipetik dari catatan di akun facebook Ienas Tsuroiya, Selasa 24 Desember 2019.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

28 Nov 2020 07:26 WIB

4 Imbauan PGI Ibadah Natal di Tengah Pandemi Covid-19

Nasional

PGI terbitkan imbauan ibadah Natal di tengah pandemi Covid-19, ini isinya.

26 Nov 2020 02:27 WIB

Kisah Kecil tentang Ibrahim ibn Thahman, Catatan Ulil Abshar

Khazanah

Cenderung menolak sifat-sifat Tuhan yang bernada antropomorfis

25 Nov 2020 20:37 WIB

Jelang Nataru, BI Malang Prediksi Harga Kebutuhan Pokok Naik

Ekonomi dan Bisnis

Terpantau daging ayam dan bawang mengalami kenaikan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...