Putri Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid. (Foto: ist/ngopibareng.id)

Yenny Wahid: Peran Kiai Faktor Kemenangan Jokowi-Ma'ruf di Jatim

Politik 20 April 2019 18:02 WIB

Kemenangan pasangan capres-cawapres nomor 01 Jokowi-Ma'ruf Amin di Jawa Timur merupakan milik rakyat Jawa Timur sendiri. Hal itu tak lepas dari bersatunya para kiai, tokoh masyarakat, kaum santri dan berbagai elemen pendukung lainnya.

Putri Presiden RI ke-4, KH Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid, mengingatkan, ada banyak pihak yang berjuang bersama memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

"Ada Khofifah Indar Parawansa, Gus Ipul, Pakde Karwo, elemen kiai kampung, dan banyak nama lainnya lagi. Mereka-mereka ini semua yang memenangkan," tutur pemilik nama asli Zannuba Arifah Chafsoh-Rahman.

Sementara itu, Ketua Sedulur Jokowi Jawa Timur HM Misbahus Salam menyebut faktor Yenny Wahid menjadi salah satu faktor yang menentukan kemenangan.

"Yenny punya pengaruh signifikan. Sebagai putri Gus Dur, tentu membawa magnet tersendiri bagi para kiai dan masyarakat di Jawa Timur," kata pria yang juga wakil Ketua PCNU Jember tersebut.

Untuk diketahui, Gus Dur memang dikenal dekat dengan massa akar rumput NU. Pencetus nama kiai kampung sendiri adalah Gus Dur.

Nama kiai Kampung merujuk pada kiai-kiai di ponpes kecil yang selama ini tidak menjabat dalam struktural. Mengingat di Jawa Timur, populasi kiai kampung ini sangat banyak.

Jaringan Gus Durian dan kiai kampung ini berhasil mendesakkan sejumlah program yang menyentuh hajat hidup orang banyak. Salah satunya adalah penggratisan Jembatan Suramadu.

Meski bukan satu-satunya, faktor lobi Yenny Wahid kepada Jokowi untuk itu cukup penting. Setelah Yenny mendeklarasikan dukungan ke Jokowi, pemerintah akhirnya mengeluarkan keputusan penggratisan jembatan Suramadu.

Yenny sendiri bahkan menggelar acara dua kali di Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep. Yang menghadirkan Jokowi dua kali.

Meski di Madura Jokowi tetap saja kalah, namun penggratisan jembatan Suramadu tersebut bisa menahan margin kekalahan itu tidak seperti 2014 lalu. Banyak kalangan Madura, terutama yang bermigrasi ke Surabaya, merasa diuntungkan dengan keputusan tersebut. (adi)

"Ada Khofifah Indar Parawansa, Gus Ipul, Pakde Karwo, elemen kiai kampung, dan banyak nama lainnya lagi. Mereka-mereka ini semua yang memenangkan," tutur pemilik nama asli Zannuba Arifah Chafsoh-Rahman.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

21 Sep 2020 06:58 WIB

Kurang Alim Bila Kiai Tak Bisa Guyon, Kata Gus Baha'

Humor Sufi

Sampaikan pesan Islam penuh bahagia dan rileks

20 Sep 2020 21:35 WIB

Pulihkan Ekonomi, Khofifah Kucurkan Dana Rp28 Miliar

Jawa Timur

Kucuran dana untuk bantu ekonomi warga di tengah Covid-19.

20 Sep 2020 17:10 WIB

SMK Model PGRI 1 Mejayan Madiun Produksi Mobil Listrik

Nasional

Produksi mobil listrik saat pandemi corona.

Terbaru

Lihat semua
21 Sep 2020 07:02 WIB

Perang Intel

Dahlan Iskan
Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...