Yang Tidak Kuat Bisa Kelenger. Apa Enaknya Bercerutu sih?

07 Dec 2018 07:00 Feature

Kuba. Kuba sangat identik dengan negeri Fidel Castro. Kuba juga sangat dibenci Amerika dalam beberapa dekade. Tapi jangan salah, semua cerutu dunia asalnya dari sana. Dari Kuba. Amerika bahkan menjadi penikmat cerutu paling banyak.   

Kuba adalah negeri yang memulai membuat cerutu. Sampai sekarang negara ini tak tergoyahkan sebagai negeri penghasil cerutu sangat bermutu dan terbesar di dunia. Setelah Kuba yang jadi papan atas, Indonesia terwakili oleh Jember. Tembakau asal Jember, Jawa Timur, diekspor ke negara-negara pembuat cerutu lainnya selain Kuba.

Penghasil cerutu kelas dunia selain Kuba: ada Dominika, Brasil, Meksiko, Equador, Jamaica, Kepuluan Canary, Filipina dan Amerika Serikat. Tak hanya tembakau Jember yang diekspor, tembakau Sumatera pun juga diekspor ke negara-negara itu. Biasa tembakau Jember itu dipakai untuk wrapper-nya.

Apa nikmatnya bercerutu sih? Padahal aroma cerutu itu kerasnya bukan main. Dipandang sering mengganggu penciuman orang yang sensitif. Bagi yang kurang suka mencium baunya saja bisa bikin pusing kepala. Apalagi kalau sampai tersedot asapnya, boleh jadi dia bisa kelenger. Karena itu para penggemar cerutu jika ingin mengisapnya cenderung mencari tempat yang nyaman dan tak mengganggu orang lain.

Di beberapa negara asia, seperti Singapura dan Hong Kong, klub-klub cerutu tumbuh bak jamur di musim hujan. Begitu juga di Indonesia, terutama di Jakarta, Bandung, dan di Pulau Bali.

Khusus di Jakarta, para penggemar cerutu seperti dimanjakan dengan kehadiran lounge di beberapa hotel berbintang. Seperti di Hotel Mandarin, Hotel Borobudur, Hotel JW Marriott dan di Bursa Efek Jakarta (BEJ).

Di sini mereka bisa kongkow-kongkow sembari bercerutu ria. Lounge atau tempat khusus bercerutu, mulai ada sekitar tahun 2000-an. Sebelum ada ini, penggemar cerutu mendapatkannya dari luar negeri dan mencari tempat bercerutu juga susah, karena takut mengganggu orang lain. Tapi karena kini banyak lounge, mereka jadi suka ngumpul ke sana. Bercerutu di dalam ruangan khusus itu bisa sampai 5-6 orang. Bayangkan, tiap orang punya cerutu favorit masing-masing, mengisap bersama dan baunya bercampur. Di sinilah nikmatnya.

Cerutu Kopkar

Di Indonesia satu-satunya BUMN yang mengelola tembakau adalah PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X. PTPN ini berlokasi di Desa Candijati Jelbuk, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember. Semula bisnis PTPN X adalah daun tembakau untuk kebutuhan ekspor. Bentuk ekspornya adalah daun tembakau lembaran utuh untuk pembungkus cerutu yang diproduksi oleh negera-negara produsen cerutu terkemuka di dunia.

Dalam upaya mengantisipasi persaingan pasar di Luar negeri, selain memasarkan daun tembakau secara langsung, PTPN X juga berupaya mengembangkan produk tembakau dari jenis Na Oogst dan TBN/FIN yang dikemas menjadi cerutu jadi yang berkualitas dan sesuai standar konsumen internasional.

“Karena mampu mengekspor bahan cerutu terbaik di dunia, kenapa tidak sekalian saja membuat cerutu. Akhirnya setelah terjadi penggabungan PTPN Klaten dan Jember pada tahun 1996, produksi cerutu kemudian diserahkan pengerjaannya ke Koperasi Karyawan Kartanegara yang bernaung di bawah PTPN X,” jelas Wahid, Ketua Kopkar Kartanegara .

Rupanya, kata Wahid, produksi cerutu yang sifatnya coba-coba ini cukup dilirik pasar. Lantaran memiliki prospek yang bagus, produksi cerutu lalu dikembangkan menjadi produksi massal. Surat izin dari bea cukai pun keluar di tahun 1990 dan mendapat nomor NPBCK tahun 1997.

Kopkar Kartanegara berdiri tahun 1968 dan bernaung di bawah BUMN tahun 1990-an. Ketika terjadi penggabungan PTPN Klaten ke Jember pada tahun 1996, membawa konsekuensi terhadap produksi cerutu. Semula hanya berproduksi cerutu jenis medium, setelah terjadi penggabungan produksi bertambah jadi cerutu long dan cerutu small.

Namun, orang awam tak banyak mengetahui jika cerutu Indonesia made in Jember ini  diproduksi oleh sebuah koperasi karyawan (Kopkar). Lagi pula produksi cerutu Jember lebih banyak untuk kebutuhan ekspor, sedang pasar domestik sangat kecil karena orang Indonesia tidak biasa menghisap cerutu. Hanya wilayah tertentu saja - seperti  Jakarta dan Bali - cerutu buatan Jember ini beredar cukup cukup luas. (widikamidi/bersambung 2 dari 3 tulisan)

Reporter/Penulis : widi kamidi


Bagikan artikel ini