Foto yang viral, membanding alis Djoko Tjandra. (istimewa)
Foto yang viral, membanding alis Djoko Tjandra. (istimewa)

Yang Ditangkap Itu Djoko Tjandra Asli Atau Palsu?

Ngopibareng.id Hukum 01 August 2020 17:29 WIB

Djoko Tjandra sudah ditangkap. Kamis malam lalu, dia digiring turun dari pesawat yang datang dari Malaysia, di bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta. Ikut menggiring buron kakap itu Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit.

Djoko Tjandra  turun dari pesawat, kemudian juga berada di belakang Listyo Sigit saat memberi keterangan kepada wartawan sesaat setelah mendarat. Djoko Tjandra memakai masker medis, dan berbaju tahanan warna oranye. 

Foto Djoko Tjandra bermasker itu kemudian menjadi viral. Mengapa? Ternyata foto viral itu mempertanyakan, apakah yang ditangkap polisi itu benar-benar Djoko Tjandra? Disamping foto Djoko Tjandra bermasker, ada foto Djoko Tjandra sebelumnya.

Tuh lihat, alisnya berbeda. PERHATIKAN BAIK2, Joko Chandra buronan kanan ALISNYA TIPIS. yg ditangkap . kiri ALISNYA TEBAL dan lebih muda.

Foto yang meragukan keaslian Djoko Tjandra yang ditangkap ini pertama diunggah di Twitter,  yang langsung  dibagikan ulang sebanyak 1.200 kali serta disukai 2.700 orang. 

jadi, benarkah polisi menangkap Djoko Tjandra yang asli?

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengonfirmasi pria yang ditangkap polisi di Malaysia pada 30 Juli 2020 itu adalah Djoko Tjandra yang asli.

"Hasil pencocokan wajah oleh Inafis menunjukkan memang benar Djoko Tjandra," terang Argo di Jakarta, Sabtu.

Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) adalah satuan kerja di bawah Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri yang bertugas mengidentifikasi seseorang melalui cara ilmiah, di antaranya adalah melakukan pemeriksaan keaslian sidik jari dan pemeriksaan kecocokan wajah.

Argo menambahkan Inafis telah mencocokkan wajah Djoko Tjandra setelah ditangkap, dengan foto digital pria tersebut di Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP). Hasilnya, ditemukan kecocokan wajah mencapai 98,05 pesen.

Dari penjelasan tersebut didapatkan fakta bahwa narasi di Twitter itu merupakan dugaan informasi yang keliru. (ant/asm)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

02 Dec 2020 22:35 WIB

Jelang PON Papua, KONI Jatim Minta Dukungan Anggaran Gubernur

Lain-lain

Puslatda Jatim masuki babak final.

02 Dec 2020 22:28 WIB

Bangun Surabaya dari Kampung, MA Ajak Warga Pilih MAJU

Pilkada

Akan beri insentif Rp150 juta per RT

02 Dec 2020 22:00 WIB

Australia dan China Memanas, Wechat Blokir Pesan PM Morrison

Internasional

Pesan berisi kritikan PM Morrison atas unggahan pejabat China di Twitter.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...