Presiden Joko Widodo memberikan tanggapan saat mendatangi Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin 5 Agustus 2019. Kedatangan Presiden ke PLN untuk meminta penjelasan atas matinya listrik secara massal di sejumlah wilayah.(Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Tak Ada Reshuflle Menteri Gara-gara Listrik Mati

Nasional 07 August 2019 13:32 WIB

Presiden Joko Widodo memastikan, tidak ada perombakan atau reshuffle kabinet, sampai Jokowi-Ma'ruf Amin dilantik menjadi presiden dan wakil presiden. Pelantikan presiden dan wakil presiden hasil Pemilu 2019 akan dilantik Oktober 2019 dalam sidang paripurna MPR RI.

"Saya tegaskan kembali supaya tidak tanya-tanya lagi, tidak ada pergantian menteri sampai presiden baru dilantik," kata Jokowi di Istana Negara, Rabu 7 Agustus 2019.

Selain menegaskan tidak reshuffle kabinet, presiden juga melarang pergantian pejabat strategis setingkat direktur maupun direktur jenderal. Dua pejabat ini juga dilarang mengeluarkan keputusan yang bersifat strategis.

Presiden menjelaskan kalau tidak akan bongkar pasang sebagai klarifikasi atas ramainya desakan di media sosial yang menuntut Menteri BUMN Rini Soemarno dan Mentri ESDM Ignasius Jonan mundur. Dua menteri ini didesak mundur setelah pemadaman listrik di sebagian wilayah Jawan Minggu 4 Agustus 2019 kemarin.

Menteri Koordinator BUMN yang membawahi PLN, oleh publik dianggap bertanggung jawab atas tragedi matinya listrik yang mengakibatkan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan daerah sekitarnya lumpuh.

Kejadian membuat Presiden Jokowi marah di depan Pelaksana Tugas Dirut PLN Sripeni dan jajaran direksi di Kantor Pusat PLN Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Presiden langsung meninggalkan pertemuan setelah mendengarkan penjelasan dari Sripeni.

Sesudah pertemuan itu, muncul isu presiden akan mencopot Menteri BUMN Menteri ESDM sekaligus memberhentikan Plt. Direktur Utama PLN yang baru berumur sepekan. Isu tersebut disusul dengan bermunculan beberapa nama yang dianggap cakap dan pantas menggantikan Menteri BUMN dan Menteri ESDM.

Sementara Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, berharap dengan adanya penjelasan presiden ini, para menteri maupun pejabat yang diisukan diganti, supaya fokus dengan tugasnya masing masing. Jangan terpengaruh isu berdasarkan asumsi.

Penulis : Asmanu Sudharso

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

31 May 2020 09:30 WIB

Soal Bansos, Warga Curiga Presiden Jokowi Dibohongi Pembantunya

Nasional

Warga Jakarta mempertanyakan kacaunya data penerima bansos

28 May 2020 14:15 WIB

Jokowi Siapkan 4 Jurus untuk Petani dan Nelayan Terdampak Corona

Nasional

Empat skema insentif itu masuk dalam jaring pengaman sosial.

23 May 2020 14:54 WIB

Tak Ada Salat Id, Masjid Istiqlal Gelar Takbiran Virtual

Nasional

Sebagai upaya pencegahan Covid-19

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...