Tim SAR gabungan saat melakukan proses evakuasi kepada korban wisatawan yang hilang di Coban Cinde (Foto: Istimewa)

Wisatawan Hilang di Coban Cinde Ditemukan Tersangkut di Kayu

Bencana 01 January 2020 14:24 WIB

Tim SAR gabungan kembali berhasil menemukan korban terakhir wisawatan yang berkunjung ke Coban Cinde, Tumpang, Kabupaten Malang.

Jenazah wisatawan atas nama Bagus Pujiwijayanto, usia 25 tahun, warga Madiun, ditemukan pada Rabu 1 Januari 2020 sekitar pukul 08:38 WIB.

"Salah satu warga melapor ke posko. Warga tersebut bernama Jumain. Dia melaporkan telah bahwa telah menemukan jenazah di sekitar antara Coban Cinde dan Coban Jidor. Kala itu posisi korban menyangkut di batang kayu yang hanyut dengan kondisi awal tertelungkup," kata Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang, Mudji Utomo.

Mudji menambahkan, mengetahui laporan tersebut, Tim SAR gabungan langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

"Korban lalu dievakuasi oleh Tim SAR gabungan menuju posko. Kini sudah dibawa ambulans PMI menuju kamar jenazah RSSA Kota Malang. Demikian untuk selanjutnya operasi SAR Coban Cinde resmi ditutup," terangnya.

Seperti diberitakan oleh ngopibareng.id sebelumnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Malang menyebutkan, dua wisatawan dilaporkan hilang akibat terseret arus di kawasan wisata air terjun Coban Cinde, di Desa Benjor, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu, 29 Desember 2019.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Malang, Bagyo Setiono, mengatakan bahwa dua korban yang terseret arus tersebut berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, atas nama Bagus Puji, 25 tahun, dan Dwi Retno Prihatin, 25 tahun.

"Dari jumlah tujuh orang, lima orang berhasil menyelamatkan diri, dua orang terseret arus," kata Bagyo dikutip Antara, di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Bagyo menjelaskan, kronologi kejadian tersebut bermula pada saat rombongan karyawan dari Surabaya berjumlah tujuh orang, tiba di kawasan wisata air terjun Coban Cinde, kurang lebih pada pukul 11.00 WIB.

Pada saat memasuki lokasi, lanjut Bagyo, kondisi cuaca di tempat kejadian terpantau cerah. Namun, kurang lebih pada pukul 12.00 WIB, cuaca tiba-tiba mendung. Petugas di lapangan sudah memberikan peringatan kepada rombongan tersebut.

"Petugas sudah mengingatkan (kepada rombongan), apabila hujan, diharapkan segera naik," kata Bagyo.

Pada saat kejadian tersebut, lima orang saksi tercatat atas nama Rifai, 26 tahun; Samsul Sujarwanto, 25 tahun; Ahmad Ardiansyah, 24 tahun; Muhammad Rizal, 18 tahun; dan Gita Putri Humaira, 24 tahun, yang merupakan rekan dari korban yang hilang.

Penulis : Lalu Theo Ariawan Hidayat Kabul

Editor : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

26 Sep 2020 22:51 WIB

Wapres Harap Lulusan STIF Syentra Jadi Cendekiawan Muslim Moderat

Pendidikan

Wapres minta lulusan STIF Syentra jadi cendekiawan muslim yang moderat.

26 Sep 2020 22:30 WIB

Mahasiswa UB Manfaatkan Daun Kersen Untuk Obati Sariawan

Pojok Unibraw

Daun kersen saat ini kurang termanfaatkan.

26 Sep 2020 22:15 WIB

Kampanye Damai, Machfud Arifin Ingin Surabaya Naik Kelas

Pilkada

MA akan revitalisasi pasar tradisional untuk buka 100 ribu lapangan kerja.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...