Wisata Halal Ngopibareng di Pintu Langit Ala Gus Ipul

13 Jun 2019 16:40 Destinasi

Siapa yang tidak mengenal kawasan Tretes, Pasuruan. Suasana dingin dengan gugusan pegunungan dan hutan indah menjadikan kawasan ini menjadi area wisata yang tak pernah sepi dari pengunjung.

Untuk melengkapi keindahan Tretes, saat ini mulai dirintis sebuah kawasan wisata halal bernama Ngopibareng di Pintu Langit. "Kenapa dinakaman wisata halal, karena Tretes selama ini dikenal sebagai kawasan wisata hitam, dan kami ingin mengubahnya," kata Ketua PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul), pemilik sekaligus penggagas kawasan wisata halal Ngopibareng di Pintu Langit.

Menurut Gus Ipul konsep wisata halal di Ngopibareng, akan mengutamakan seluruh unsur kehalalan mulai dari makanan, minuman, serta material seluruh objek yang ada. Karenanya penginapan di kawasan ini juga hanya menerima pasangan suami istri.

"Halal itu mulai dari bahan baku, proses dan penggunaanya secara halal sehingga sangat baik dan terjamin aman untuk semua orang tanpa memandang agama yang dianut," kata Gus Ipul.

Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur dua periode ini lantas mencontohkan pembangunan miniatur masjid Nabawi di kawasan wisata ini nantinya tetap bisa dimasuki pengunjung non muslim. "Pengunjung non muslim tetap bisa masuk dan disediakan kerudung yang bisa digunakan," ujar Gus Ipul.

Secara keseluruhan di kawasan wisata ini juga dilengkapi aneka wahana permainan mulai dari bianglala, kemudian ombak banyu, becak terbang serta beberapa permainan lainnya. Selain itu, juga akan ada water boom, camping ground, dan joging track.

Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan selfie di makam yang ada di kompleks Wisata Halal Ngopibareng Foto Istimewa
Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan selfie di makam yang ada di kompleks Wisata Halal Ngopibareng. (Foto: Istimewa)

Yang paling menarik adalah adanya bukit bendil yang dilengkapi pintu langit tempat selfie dengan pemandangan yang bisa langsung melihat Kota Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan dan Malang sekaligus.

Selain wahana rekreasi, juga ada wahana edukasi berupa taman makam keluarga yakni sebuah makam umum yang didesain sangat indah dilengkapi dengan  toilet bersih, kantor makam serta lokasi ziarah.

Pepohonan di kuburan yang disertai rerimbunan semak dibersihkan dan dipasang dengan lampu hias aneka warna sehingga mengubah kesan angker menjadi sangat indah.

Selain itu wahana edukasi juga disediakan kawasan pertanian hidroponik dimana pengunjung bisa diajak bercocok tanam dan mengetahui siklus tanam. 

Menurut Gus Ipul, kawasan Desa Ledug sengaja dia pilih karena memiliki panorama yang cukup indah dikelilingi Gunung Welirang, Gunung Arjuno dan juga Gunung Penanggungan dan berada di ketinggian sekitar 800 meter dari permukaan laut (mdpl). Udara sejuk, bersih, dan kontur tanah berbukit, dengan akses jalan sudah beraspal sehingga mudah dijangkau dari segala arah. 

Lokasi wisata halal Ngopibareng di Pintu Langit ketika difoto dari ketinggian Foto istimewa
Lokasi wisata halal Ngopibareng di Pintu Langit ketika difoto dari ketinggian. (Foto: istimewa)

Desa Ledug, dari Surabaya bisa dijangkau melalui akses jalan tol Surabaya- Pandaan. Keluar dari jalan tol, melalui pertigaan Jetak berbelok ke kanan, lurus melintasi jalan beraspal sejauh lima kilometer, akan sampai Desa Ledug.

Penasaran dengan lokasi ini? tunggu saja tanggal bukanya karena saat ini kawasan wisata halal Ngopibareng masih dalam tahap pembangunan. "Baru 50 persen yang sudah jadi. Belum kami buka secara resmi, tapi kalau ingin mengunjungi dan selfie monggo datang," kata Gus Ipul. (man)

Penulis : Rohman Taufik


Bagikan artikel ini