Menkopolhukam Wiranto. (Foto: Dok/Antara)
Menkopolhukam Wiranto. (Foto: Dok/Antara)

Wiranto: Tak Ada Referendum untuk Papua

Ngopibareng.id Nasional 29 August 2019 16:26 WIB

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menyatakan tuntutan dilakukan referendum di Papua adalah tidak pada tempatnya karena Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah final.

"Lazimnya referendum itu disampaikan oleh satu negara terjajah yang pada saat diminta pilihan merdeka atau bergabung dengan negara penjajah, itu referendum," kata Wiranto di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, 29 Agustus 2019.

Dia menegaskan, Papua dan Papua Barat merupakan wilayah sah dari NKRI sehingga wacana referendum tidak perlu dikemukakan lagi.

Wiranto mengatakan Kesepakatan New York atau New York Agreement yang pernah dilaksanakan pada 1960 sudah mengisyaratkan bahwa Irian Barat atau Papua dan Papua Barat saat ini, sudah sah menjadi bagian NKRI.

"Karena itu NKRI sudah final, NKRI harga mati termasuk Papua dan Papua Barat," ujarnya.



Dia mengatakan, selama ini pemerintahan Presiden Jokowi sudah bertindak adil untuk memperhatikan nasib dan kesejahteraan masyarakat Papua.

Wiranto mencontohkan dana pembangunan yang digelontorkan pemerintah pusat ke Papua tahun 2018 sangat besar, sekitar Rp92 triliun.

"Padahal pendapatan daerah yang tersedot ke pusat dari Papua itu kira-kira setahun yang lalu itu sekitar Rp26 triliun," katanya.

Bahkan dia menilai apa yang diterima Papua dan Papua Barat sudah lebih daripada yang diterima provinsi lain sehingga tidak tepat kalau masyarakat di Papua dan Papua Barat menuntut keadilan.

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

26 Jun 2020 12:34 WIB

Wiranto Ditusuk Teroris, Wiranto Dapat Kompensasi Rp 37 Juta

Hukum

Kompensasi diajukan LPSK, dan dikabulkan majelis hakim PN Jakarta Barat.

25 Jun 2020 15:06 WIB

Penusuk Wiranto Divonis 12 Tahun, Istrinya 9 Tahun

Hukum

Lebih ringan dari tuntutan jaksa yang dibacakan 11 Juni lalu.

16 Jun 2020 17:52 WIB

Terdakwa Penusuk Wiranto Dituntut 16 Tahun Penjara

Hukum

Dua terdakwa lainnya masing-masing dituntut 12 tahun dan 7 tahun.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...