Wakil Walikota Surabaya Whisnu Sakti Buana. (Foto: Alief Sambogo/Ngopibareng.id)
Wakil Walikota Surabaya Whisnu Sakti Buana. (Foto: Alief Sambogo/Ngopibareng.id)

Tolak Jadi Ketua Pemenangan, Whisnu: Panglimanya Risma dan Awi

Ngopibareng.id Pilkada 16 November 2020 17:10 WIB

Wakil Ketua DPD Bidang Organisasi PDI Perjuangan Jawa Timur, Whisnu Sakti Buana menepis rumor yang menyebut dirinya bakal didapuk sebagai Ketua Pemenangan atau Panglima Pemenangan Eri-Armuji.

"Saya hanya bertugas sebagai panglima untuk door to door. Kewenangan panglima utama tetap berada di bawah Komando Bu Risma, dan Ketua DPC Mas Adi Sutarwijono," kata Whisnu, Senin 16 November 2020.

Hal tersebut sesuai hasil rapat internal di DPD PDI Perjuangan Jawa Timur yang dengan tegas memutuskan Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kebudayaan, Tri Rismaharini sebagai Panglima Utama Pemenangan.

Sementara, WS (Whisnu Sakti Buana) hanya membantu untuk mengurusi internal."Karena Kapabilitas maupun posisi Bu Risma di internal partai sudah menempati sebagai DPP. Saya hanya membantu untuk tingkatan mesin internal," ungkap alumnus ITS Surabaya.

Meski begitu, WS berjanji all out dalam memenangkan pasangan Eri-Armuji."Loh iya tetap. Surabaya harus memerah, pasangan kami harus menang," pungkasnya.

Sebelumnya, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan memberi tugas khusus kepada Wakil Walikota Surabaya Whisnu Sakti Buana dalam gelaran Pilwali Surabaya 2020.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, tugas khusus Whisnu Sakti itu adalah menjadi jenderal perang PDIP dalam memenangkan Eri Cahyadi dan Armudji.

Whisnu bertugas menyalakan dan menjalankan mesin partai di Surabaya untuk meraup suara sebanyak-banyaknya pasangan calon walikota-dan wakil walikota nomor urut 1, Eri-Armuji.

"Beliau tugasnya door to door bersama mesin politik partai, mulai tingkat RT, kelurahan, kecamatan. Dengan pengalamannya, kami yakin Mas Whisnu bisa membawa suara tebal untuk Eri-Armuji," kata Hasto, Minggu 15 November 2020 seusai Rapat Konsolidasi Internal DPC PDIP Kota Surabaya.

Hasto mengungkapkan, strategi kampanye yang diberikan kepada Whisnu tersebut telah disesuaikan dengan kondisi Surabaya yang masih diselimuti pandemi Covid-19. Sehingga kampanye tak bisa dilakukan dengan pengumpulan massa.

Penulis : Alief Sambogo

Editor : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

03 Mar 2021 21:15 WIB

Walikota Bukittinggi Wajibkan ASN Subuhan Berjamaah, Ini Kata DPR

Nusantara

Minta agar Mendagri membina Walikota Bukittinggi.

03 Mar 2021 21:00 WIB

Atasi Stunting, Mahasiswa UB Ciptakan Biskuit Berbahan Ulat

Pojok Unibraw

Ulat sangat dibutuhkan bagi masa tumbuh kembang anak.

03 Mar 2021 20:45 WIB

Jumlah Tes PCR Meningkat, Rerata Positif Covid Indonesia Turun

Reportase

Terdapat tambahan 6.808 kasus per Rabu, 3 Maret 2021.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...