Ilustrasi penambahan peserta video call dalam WhatsApp. (Ngopibareng)

WhatsApp akan Tambah Peserta dalam Video Call

Aplikasi 25 April 2020 15:27 WIB

WhatsApp akan menambah  peserta yang diizinkan tampil  dalam panggilan audio atau video grup di WhatsApp.

Perkembangan ini nampaknya terpicu aplikasi Zoom yang sedang naik daun, karena bisa menampilkan banyak peserta.

Saat ini, WhatsApp hanya memungkinkan video call untuk empat peserta, sehingga peningkatan ini menjadi dua kali lipat.

"Panggilan WhatsApp adalah cara lain untuk tetap berkomunikasi. Anda akan segera dapat melakukan panggilan suara dan video grup dengan hingga delapan orang di WhatsApp," ujar Facebook, pemilik WhatsApp, dalam unggahan pada blog resminya yang dikutip Sabtu.

Seperti sebelumnya, panggilan ini, baik audio ataupun video, dienkripsi ujung ke ujung (end-to-end), artinya tidak ada orang lain yang dapat melihat atau mendengarkannya, bahkan WhatsApp atau Facebook sendiri.

"Seperti sebelumnya, panggilan ini dijamin dengan enkripsi ujung ke ujung sehingga tidak ada orang lain yang dapat melihat atau mendengarkan percakapan pribadi Anda, bahkan WhatsApp," ujar Facebook.

Jumlah tersebut sangat kontras dengan Messenger Rooms, yang baru saja diperkenalkan Facebook. Layanan konferensi video itu memungkinkan hingga 50 orang untuk melakukan panggilan video secara bersamaan.

Sayangnya, Facebook belum membagikan jadwal peluncuran khusus untuk pembaruan fitur tersebut. Namun, GSM Arena melaporkan fungsionalitas tersebut terlihat dalam versi beta aplikasi WhatsApp.

Saat ini, panggilan video pada WhatsApp masih terbatas dengan empat peserta. (ant)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

11 Jul 2020 18:20 WIB

Zidane: Courtois Berpengaruh Besar Terhadap Perburuan Gelar

Liga Spanyol

Thibaut Courtois menggagalkan banyak peluang lawan.

11 Jul 2020 18:02 WIB

1.280 Personil Secapa Bandung Positif Covid, Ini Penjelasan KSAD

Nasional

Terdiri dari 991 personel siswa, dan 289 personil staf

11 Jul 2020 18:00 WIB

Sudirman Said Soal Isu Radikalisme, STAN Stop Pendaftaran Maba

Pendidikan

Pemerintah melanjutkan proses seleksi untuk sekolah kedinasan, kecuali STAN

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...