Proyek Jalan NasionalWeelem Gisim Tak Perlu Pisah Keluarga untuk Bekerja

06 Dec 2018 08:26 Timur Indonesia

Secara fisik, Weelem Gisim keliatannya memang lebih tua dibandingkan dengan pekerja proyek yang lain. Namun secara, semangat kerja, ia tak mau kalah dengan pekerja proyek lain yang usianya masih muda. Apalagi dia sudah bertahun-tahun, berpengalaman pekerja di proyek peningkatan jalan.

"Saya biasanya pegang kompresor," kata Weelem Gisim.

Alat kompresor adalah salah satu alat yang digunakan dalam proses pengaspalan. Sebelum permukaan jalan yang akan diaspal, biasanya dibersihkan terlebih dahulu dari debu dengan menggunakan kompresor. Tujuannya, agar aspal melekan kuat di permukaan jalan, dan bukan menempel di debunya saja. Jika itu yang terjadi, maka aspal akan mudah terkelupas.

Weelem Gisim adalah warga Kampung Baingkete Distrik Makbon, Kabupaten Sorong. Dia sudah bekerja di proyek pembangunan jalan di ruas Sorong-Makbon ini, selama tiga tahun. Sebelumnya dia sempat bekerja di bidang yang sama di Kota Sorong.

Namun karena bekerjanya di Kota Sorong, dia memutuskan untuk kembali pulang berkumpul dengan keluarga di Kampung Baingkete, Distrik Makbon, Kabupaten Sorong.

Keberuntungan ternyata masih berpihak kepadanya. Tak lama setelah ia kembali dari Kota Sorong ke kampung halamannya di Baingkete, dia diterima bekerja di proyek Jalan Nasional Ruas Sorong-Makbon-Mega. Apalagi dia sudah punya pengalaman.

Dari proyek ruas jalan nasional Sorong-Mega-Makbon ini, setidaknya, ada tiga keuntungan yang bisa diambil Weelem Gisim. Pertama, dia bisa menikmati jalan yang ia bangun. Kedua, dia mendapatkan pekerjaan dari proyek ini. Dan ketiga, dia tetap bisa berkumpul dengan keluarga. Tak perlu merantau ke Kota Sorong untuk bekerja.

Apalagi menjelang Natal seperti sekarang. Dia tak perlu lagi berjalan kaki untuk mengucapkan selamat Natal kepada para kerabat dan kenalannya. Dulu, sebelum jalan ini terbangun, dia harus berjalan kaki selama tiga hari dari Kampung Baingkete ke Kota Sorong. Itu terjadi saat belum ada jalan.

Namun kini, dia tak perlu lagi berjalan kaki. Cukup naik angkutan untuk bisa ke Kota Sorong. Waktu tempuhnya, cuma butuh 20 menit untuk sampai ke Sorong dari Kampung Baingkete. Ongkosnya pun terjangkau. Hanya Rp 25ribu per kepala.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ones Magablo. Kata dia, dengan adanya jalan nasional ruas Sorong-Makbon-Mega dirinya sangat terbantu sekali. Terutama menjelang saat Natal nanti. Dia tak perlu berjalan kaki untuk mengucapkan selamat Natal kepada sanak kerabat dan sahabat. (amr)

Penulis : Moch. Amir


Bagikan artikel ini