KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum PBNU. (foto: ist)
KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum PBNU. (foto: ist)

Waspadai Orang Awam Praktik Dokter, Ternyata Ini Maksud Kiai said

Ngopibareng.id Khazanah 14 March 2018 18:10 WIB

Ucapan kebencian, caci makian, cemoohan, dan bahkan hinaan begitu derasnya tersebar di dunia maya. Ada yang menggunakan bahasa-bahasa kotor seperti nama hewan. Ada yang menuduhnya dengan sebutan antek asing, aseng, liberal, syiah, dan lainnya. Hinaan tersebut dialamatkan kepada siapa saja yang memiliki pemahaman yang berbeda dengan mereka dan dinilai merugikan kelompoknya.

Mereka tidak segan-segan untuk menyerangnya dengan berbagai macam cemoohan itu. Bahkan, ulama-ulama atau pakar-pakar keislaman yang puluhan tahun mengkaji dan belajar tentang Islam pun tidak lepas dari segala bentuk cacian tersebut.
Terkait hal itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj mengajak kepada seluruh umat Islam untuk terus belajar dan memahami Islam dengan pemahaman yang benar.

Ia mengkritik siapa saja yang menggunakan dalil Al-Qur’an dan Hadis sesuai dengan kepentingannya sendiri. “Jangan seenaknya sendiri menggunakan Al-Qur’an dan Hadis,” kata Kiai Said Aqil, dalam keterangan diterima ngopibareng.id.

Kiai kelahiran Cirebon tersebut menilai, memahami kitab suci umat Islam itu tidaklah gampang. Seseorang tidak bisa memahami Al-Qur’an secara utuh kalau hanya mengandalkan terjemahan.

Kiai Said kemudian mencontohkan, orang yang memahami Al-Qur’an dengan modal terjemahan sama dengan orang awam yang membaca buku kedokteran, lalu ia membuka praktik. “Saya baca buku kedokteran, tetapi kemudian membuka praktik. Apakah itu boleh? Jangan ikut campur apa yang enggak kamu tahu!” lanjutnya.

Selain itu, alumni Universitas Umm al-Quro Mekkah ini menilai, butuh waktu yang tidak sebentar untuk memahami Al-Qur’an. Ia sangat menyayangkan banyak tokoh-tokoh yang puluhan tahun mempelajari Islam dan Al-Qur’an dicemooh bahkah dikafir-kafirkan hanya karena pemahamannya berbeda dengan mereka yang baru saja belajar tentang Islam.

“Pak Quraish, berapa puluh tahun,” pungkasnya.(adi)

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

25 Oct 2020 23:02 WIB

Tim Cyber Media PDIP Lawan Hoax di Pilkada 2020, Ini Tugasnya

Pilkada

Tim ini dilatih untuk melawan kampanye hitam dengan kampanye positif.

24 Oct 2020 18:00 WIB

PBNU Apresiasi Polri Tangkap Sugi Nur

Nasional

Sugi Nur ditangkap karena menghina NU.

24 Oct 2020 12:45 WIB

Penangkapan Sugi Nur, Pun Berlaku Bagi Penyebar Hate Speech

Nasional

Lakpesdam PBNU dukung tindakan Polri

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...