Logo Waskita Karya. (Foto: Dok Humas)

Waskita Karya Incar Sejumlah Proyek di Luar Negeri

Waskita Untuk Bangsa 10 September 2019 18:30 WIB

PT Waskita Karya Tbk mengincar pendapatan proyek senilai Rp10 triliun tahun depan. Dari jumlah itu, sekitar 10 persen atau sekitar Rp1 triliun disumbangkan lewat pendapatan proyek baru dari luar negeri.

Kini, PT Waskita Karya Tbk tengah menyiapkan ekspansi ke sejumlah negara seperti Vietnam, Bangladesh, Malaysia, Filipina, dan Arab Saudi.

”Kita tengah menyiapkan untuk bisa masuk ke sejumlah negara dengan menggarap proyek-proyek konstruksi,” ujar Direktur Operasi PT Waskita Karya Tbk Bambang Rianto kepada pers di Jakarta, Selasa, 10 September 2019.

Menurutnya, pengembangan proyek di luar negeri tidak terlalu membutuhkan modal besar karena Waskita Karya hanya bertindak selaku kontraktor dalam menggarap sejumlah proyek.

”Kita akan mengikuti tender untuk proyek pembangunan gedung di Bangladesh, Rumah Sakit di Malaysia dan sejumlah proyek lainnya di Vietnam, Filipina," imbuhnya.

Sementara dari dalam negeri, pendapatan akan dihimpun dari proyek jalan tol, pembangunan pipa gas, bendungan dan sejumlah proyek baru lainnya.

Sementara itu Director of HCM & System Development PT Waskita Karya Hadjar Seti Adji mengatakan manajemen berkomitmen terus meningkatkan kinerja dengan selalu menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dan bersih sesuai dengan prinsip good corporate governance (GCG).

Kinerja positif yang diraih Waskita selama beberapa tahun terakhir, merupakan hasil dari penerapan prinsip GCG yang dijalankan.

Dalam tataran pelaksaan GCG, Waskita mewajibkan seluruh pegawai, mulai level Board of Director sampai dengan level kepala proyek atau pejabat lain yang memiliki fungsi strategis, untuk melaporkan harta kekayaannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sesuai dengan surat Keputusan Direksi No.32/SK/WK/PEN/2013 tentang Penetapan Pedoman Sistem LHKPN PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

“Waskita tepat waktu menyampaikan pelaporan. Ini jadi bukti nyata kami anti korupsi, juga mendukung keinginan KPK agar perusahaan lebih komitmen dalam menerapkan GCG,” katanya.

Penulis : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

01 Jul 2020 13:10 WIB

Bisnis Penerbangan Baru Pulih 2022, Garuda Pusing

Ekonomi dan Bisnis

Dirut PT Garuda Indonesia  Irfan Setiaputra mengatakan ini tantangan besar.

27 Jun 2020 12:40 WIB

Anak Sutiyoso Jualan Rawon Rp500 Ribu, Apa Istimewanya?

Suedep Tenan

Anak Sutiyoso, Renny Sutiyoso, bisnis rawon buntut sapi Rp 500.000.

19 Jun 2020 12:22 WIB

Ahok Siapkan Bisnis Baru Tampung Ribuan Pekerja, Apa Itu?

Nasional

Basuki Tjahaja Purnama (BTP) mulai rintis bisnis baru.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...