Warga Ternate Panik Akibat Gempa 7,2 SR

14 Jul 2019 19:45 Timur Indonesia

Warga di berbagai kabupaten/kota di wilayah Provinsi Maluku Utara panik dan berhamburan ke luar rumah akibat gempa berkekuatan 7,2 Skala Richter mengguncang yang dirasakan di Pulau Halmahera hingga Kota Ternate.

Beberapa video kepanikan warga Ternate beredar di media sosial. Seperti di kawasan Kelurahan Sasa hingga Jambula, Minggu, 14 Juli 2019, berlarian ke dataran tinggi dan gunung karena mendapatkan informasi adanya isu tsunami.

Kasubbag Humas Basarnas Ternate, Iksan M Nur membenarkan ratusan warga di tiga kelurahan Pulau Ternate memilih untuk mengungsi ke dataran ketinggian dan daerah pegunungan akibat gempa 7,2 SR melanda wilayah Ternate.

"Kami telah menerjunkan personel Basarnas untuk memantau suasana di areal pegunungan dan meminta agar warga tidak panik karena gempa ini tidak berpotensi tsunami, tetapi terus mengikuti perkembangan mengenai gempa yang disampaikan oleh pihak yang berwenang," katanya.

Olehnya itu, pihaknya tetap menginstruksikan personelnya untuk tetap melakukan pemantauan pasca-gempa yang terjadi di Ternate dan mengecek perkembangan pasca-gempa berkekuatan 7,2 SR yang mengguncang wilayah Ternate dan daerah lainnya di Malut.

Bahkan, gempa berkekuatan 7,2 SR itu mengakibatkan warga yang berada di bibir pantai Ternate seperti kawasan Jatiland Mall hingga kawasan Santiong berlarian keluar akibat gempa tersebut.

Kekuatan Gempa yang terjadi di Maluku Utara, Minggu, 14 Juli 2019 ikut dirasakan oleh warga di Kabupaten Halmahera Timur, saat itu, warga di Kota Maba tampak berhamburan di atas badan jalan.

Sementara itu, dari data yang diperoleh di aparat desa setempat di Kecamatan Gane Barat dilaporkan sekitar sekitar 20 rumah alami kerusakan akibat gempa berkekuatan 7,2 SR tersebut.

Sesuai informasi data gempa bumi yang dikeluarkan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) gempa bermagnitudo (M) 7,2 terjadi di Labuha, Bacan Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Pusat gempa yang terletak di laut dengan jarak 62 kilometer Timur Labuha dan gempa ini terjadi di kedalaman 10 kilometer dengan titik koordinat gempa 0.59 Lintang Selatan dan 128.06 Bujur Timur dan tidak berpotensi tsunami. (wit/ant)

Penulis : Witanto


Bagikan artikel ini