M. Fikser, M Fikser, Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya. (Foto: Twitter/@

Warga Surabaya "Kudu Wani" Hapus Zona Hitam Menjadi Zero Covid

Surabaya 09 June 2020 09:05 WIB

Pasca berakhirnya PSBB Jilid III, Pemkot Surabaya akan menggandeng takmir musholla dan Masjid di Surabaya. Para takmir itu akan diajak bersama-sama menyerukan kepada warga sekitar tempat ibadah melalui pengeras suara, supaya disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

Selain itu akan memberdayakan secara maksimal fungsi RT-RW sebagai ujung tombak untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. "Kami akan menggunakan masdjid, musholla, gereja dan tempat ibadah lainnya sebagai media untuk menyebarluaskan informasi pencegahan penularan Covid-19," kata M Fikser,
Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Selasa 9 Juni 2020.

"Seruan supaya taat aturan terhadap protokol kesehatan, disiplin memakai masker, sering mencuci tangan dengan hand sanitizer atau sabun, menjaga jarak yang aman akan disampaiakan setiap menjelang atau sesudah shalat, ujarnya.

Fikser mengatakan, diakhirinya PSBB di Surabaya Raya merupakan tantangan bagi warga Surabaya untuk membuktikan Surabaya yang sebelumnya divonis zona hitam, bisa mengembalikan Surabaya menjadi kota zero Covid-19. "Suroboyo kudu wani," kata Fikser.

Keberanian Walikota Surabaya Tri Rismaharini tidak memperpajang PSBB dan mengambil alih tongkat komando percepatan penanganan Covid-19 karena "emaknya" arek Suroboyo ini yakin warga Surabaya mampu mengatasi pandemi Covid-19 tanpa keributan, tanpa saling menyalahkan. "Ibarat menangkap ikan. Ikannya kena, airnya tidak sampai keruh, ujar Fikser.

Setiap orang harus menjadi petugas percepatan penangan Covid-19 untuk dirinya sendiri maupun keluarganya. Sehingga punya tanggung jawab dalam memutus rantai pandemi corona yang telah mencemaskan penduduk dunia dan membunuh banyak orang.

Bagi Fikser, dengan jumlah petugas yg terbatas, tidak mungkin petugas harus menyapa warga masyarakat satu persatu supaya disiplin dan taat aturan protokol kesehatan.

"Kalau setiap individu bisa menjadikan dirinya sebagai petugas percepatan penanganan Covid-19, insya Allah urusan corona ini cepat selesai, dan masyarakat bisa beraktivitas seperti semula," kata M Fikser.

Penulis : Asmanu Sudharso

Editor : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

20 Sep 2020 23:45 WIB

Vinales Lepas dari Kutukan Pole Position

MotoGP

Vinales meraih pole position dan finis pertama.

20 Sep 2020 23:30 WIB

Bupati Aceh Barat Positif Covid-19, Istri dan Anaknya Negatif

Nasional

Hasil tes swab Bupati Aceh Barat positif Covid-19.

20 Sep 2020 23:15 WIB

Aubameyang Pemain Bergaji Termahal di Liga Inggris

Liga Inggris

Gaji Aubameyang termahal dibanding pemain di Liga Inggris lainnya.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...