Warga Papua di Surabaya, Bantah Ada Pemulangan Mahasiswa

19 Aug 2019 16:15 Nasional

Ketua Ikatan Keluarga Besar Papua Surabaya (IKBPS) Pieter F. Rumaseb membantah adanya pengusiran atau pemulangan mahasiswa Papua, usai insiden di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya 17 Agustus lalu.

"Pengusiran, itu informasi hoax. Kami di Surabaya baik senior dan adik mahasiswa hidup dengan damai. Informasi itu tidak benar," kata Pieter, di Polda Jatim, Senin 19 Agustus 2019.

Pieter juga mengatakan untuk 43 mahasiswa Papua yang dibawa ke Polrestabes Surabaya pada 17 Agustus malam lalu, 'hanya' dilakukan pemeriksaan. Malamnya pun langsung dipulangkan ke Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya dengan kondisi baik.

"Kami juga melakukan pendampingan mereka sampai kembali ke asrama," tambah dia.

Pieter juga menyesalkan dari 27 koordinator wilayah, hanya di Asrama Mahasiswa Papua di Kalasan saja yang sering ada masalah. Ia tak mengetahui kenapa hal tersebut bisa sampai terjadi.

"Kami ada seribu orang Papua yang tinggal di Surabaya. Untuk mahasiswa, 27 korwil yang tersebar. Namun yang menjadi masalah, hanya di Asrama Mahasiswa Papua yang ada di Kalasan saja," kata dia.

Soal kasus penghinaan kepada warga Papua, Pieter menyerahkan kasus ini ke Kepolisian untuk mendalami kasusnya. Dia juga berharap pelaku yang melakukan penghinaan terhadap warga Papua itu bisa ditindak secara tegas.

Tindakan tegas Kepolisian juga diminta untuk mengusut insiden bendera di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya. Insiden ini yang terjadi di Hari Kemerdekaan kemarin yang menjadi peyebab kerusuhan di Papua.

"Semua kita serahkan ke pihak Kepolisian, agar mencari siapa pelaku ini semua," ucap Pieter.

Pieter berharap kerusuhan di Papua dapat segera usai. Ia juga menegaskan kembali, jika kondisi warga dan mahasiswa Papua yang berada di Surabaya baik-baik saja.

"Kami berharap saudara kita di sana agar tenang. Kita di Surabaya dalam keadaan aman. Anak-anak di sini kuliah aman tidak ada masalah. Jadi tidak usah khawatir berlebihan kita tidak ada masalah. Kita sama-sama warga Indonesia," harap Pieter.

Penulis : Haris Dwi
Editor : Moch. Amir


Bagikan artikel ini