Warga Mengungkap Penyamaran Densus 88 yang Ringkus Teroris

25 Sep 2019 22:00 Nasional

Tim Densus 88 diketahui meringkus seorang terduga teroris berinisial MA, 20 tahun, di Jalan Belibis V, Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, pada Senin 23 September 2019 pagi. Menurut pihak kepolisian, MA sedang merencanakan aksi pengeboman.

Warga sekitar kaget dengan penggerebekan tim Densus 88 tersebut. Pasalnya, warga lingkungan sekitar tak mengenal MA. Sifatnya tertutup, sama seperti ciri-ciri para teroris lainnya yang dibekuk tim Densus 88.

Namun, warga justru akrab dengan seorang pemuda bernama Iron. Ia merupakan salah satu anggota Densus 88.

Mama Fajar, salah seorang warga, mengaku mengenal Iron sebagai pemuda yang mengontrak di lantai dua sebuah indekos. Indekos itu sendiri terletak di seberang rumah terduga teroris tersebut.

Menurutnya, Iron adalah sosok yang ramah dan akrab dengan warga sekitar, termasuk anaknya. "Dia itu teman dekat sama anak saya, sering main mobile legend bareng nih di sini," ujar Mama Fajar ketika ditemui awak media di sebuah warung depan indekos tersebut.

Selain bermain game yang kekinian, Iron juga suka bermain voli bersama warga sekitar. "Dia sering keluar kos kok, kadang pagi suka ketemu kalau beli nasi uduk. Suka nongkrong, main voli sama warga sini juga. Eh taunya dia anggota (Densus 88)," tutur Mama Fajar.

Barang bukti yang berhasil diamankan dari terduga teroris saat penangkapan di kawasan Cilincing Senin 23 September 2019
Barang bukti yang berhasil diamankan dari terduga teroris saat penangkapan di kawasan Cilincing, Senin 23 September 2019.

Sosok Iron yang dikenal sangat bertolak belakang dengan imej anggota Densus 88. Iron pun sukses membuat para warga terkejut. Hal ini seperti disampaikan oleh warga setempat lain bernama Ningsih. Menurutnya, Iron mengaku bekerja di sebuah kafe.

"Dia kan bilangnya kerja di kafe, baru tiga bulan ini. Enggak tahunya dia (anggota) Densus. Jadi kayaknya (terduga teroris) sudah diintai sama si Iron ini," bebernya.

Iron yang dikenal baik hati, ujar Ningsih, tak pernah dicurigai oleh warga sekitar. Namun menurutnya ada satu kebiasaan tak lazim yang Iron lakukan setiap hari.

"Jadi dia tengah malam sering nongkrong sendirian di sini sambil megang HP," ucap Ningsih, merujuk pada warung di depan indekos tersebut. Iron biasanya duduk menghadap rumah terduga teroris di warung tersebut.

Ningsih juga mengaku sempat berinteraksi dengan Iron sebelum penggerebekan berlangsung. Kala itu, kata Ningsih, Iron mengaku hendak pergi ke tukang jahit.

Namun rupanya Iron kembali ke kampung tersebut dengan mengenakan seragam polisi. Tangannya pun menggenggam sepucuk senjata laras panjang dan wajahnya ditutupi sebuah masker hitam.

Kendati warga tampak mengenali Iron, mereka mengaku tak berani mendekat lantaran khawatir akan keberadaan bom di rumah terduga teroris.

Dalam operasi tersebut, aparat berhasil mengamankan sebanyak 29 alat bukti. Mulai dari bom hingga sejumlah senjata api diamankan dari rumah tersebut. Bahkan polisi mengaku menemukan materi bom berbahan TATP yang merupakan peledak berdaya tinggi.

Menurut keterangan yang disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, Densus 88 mengidentifikasi MA sebagai pelaku yang terafiliasi dengan kelompok Jamaah Ansharut Daulat (JAD).

"Ini termasuk dalam jaringan ISIS, JAD," ungkapnya, Senin 23 September 2019.

Penulis : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini