Ribuan warga Israel menggelar aksi menuntut mundurnya PM Netanyahu yang dianggap korupsi dan lambat menangani pandemo covid. (Foto:Anadolu)
Ribuan warga Israel menggelar aksi menuntut mundurnya PM Netanyahu yang dianggap korupsi dan lambat menangani pandemo covid. (Foto:Anadolu)

Warga Israel Tuntut PM Netanyahu Mundur Karena Korupsi

Ngopibareng.id Internasional 23 August 2020 18:30 WIB

Ribuan warga Israel menggelar unjuk rasa di Yerusalem, Sabtu waktu setempat  mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mundur dari jabatannya atas dugaan kasus korupsi dan lambatnya langkah pemerintah dalam menanggulangi COVID-19.

Massa menilai kebijakan penanggulangan COVID-19 pemerintah tidak banyak menuai hasil positif.

Sekumpulan massa dalam jumlah besar berkerumun di depan kediaman resmi Netanyahu. Mereka mengibarkan bendera dan poster-poster aksi yang meminta Netanyahu mundur dari jabatannya.

Beberapa peserta aksi sempat bentrok dengan polisi. Tujuh pengunjuk rasa ditangkap oleh kepolisian, sementara satu polisi terluka akibat bentrok tersebut. 

Gerakan protes menguat dalam beberapa bulan terakhir di Israel. Kalangan oposisi menyebut kinerja Netanyahu tidak maksimal karena dugaan kasus korupsinya, sementara kasus positif COVID-19 di Israel terus naik.

Netanyahu menyangkal seluruh tuduhan yang ditujukan pada dirinya.

Jumlah pasien positif COVID-19 di Israel pada Jumat lalu melampaui angka 100.000 jiwa. Setidaknya, 809 orang meninggal akibat COVID-19 di Israel, negara dengan jumlah penduduk sebanyak sembilan juta jiwa.

Warga Israel menuntut PM Nyetanyahu mundur karena korupsi Prime Minister diplesetkan jadi Crime Minister FotoAnadoluWarga Israel menuntut PM Nyetanyahu mundur karena korupsi; Prime Minister diplesetkan jadi Crime Minister. (Foto:Anadolu)

Sementara itu, perekonomian di Israel memasuki resesi dan tingkat pengangguran melonjak tinggi sampai di atas 20 persen.

Netanyahu mengecam aksi protes yang ditujukan terhadap dirinya. Ia menuduh peserta aksi unjuk rasa mengancam demokrasi, sementara media massa mendorong mereka terus turun ke jalan.

Ia berpendapat kondisi perekonomian Israel masih lebih baik apabila dibandingkan dengan banyak negara maju yang terdampak COVID-19.

Aksi protes pada Sabtu itu digelar beberapa hari sebelum tenggat waktu pemerintah mengesahkan rancangan anggaran negara berakhir pada 25 Agustus. Jika rancangan anggaran itu tidak disahkan, pemilihan umum kemungkinan dapat digelar lebih awal.

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

25 Oct 2020 23:31 WIB

Gunung Sinabung Erupsi Lagi, Luncurkan Awan Panas Sejauh 1.500 M

Warta Bumi

Gunung Sinabung luncurkan awan panas sejauh 1.500 meter.

25 Oct 2020 23:15 WIB

Jelang Risma Pensiun, Keluhan Warga di Reses Dewan Masih Sama

Surabaya

Mahfudz tepok jidat kinerja Risma tak berdampak

25 Oct 2020 23:02 WIB

Tim Cyber Media PDIP Lawan Hoax di Pilkada 2020, Ini Tugasnya

Pilkada

Tim ini dilatih untuk melawan kampanye hitam dengan kampanye positif.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...