Seorang warga Indonesia disebut membawa varian baru virus Covid-19 dan menyebabkan klaster baru di China. (ilustrasi: Fa-Vidhi/Ngopibareng.id)
Seorang warga Indonesia disebut membawa varian baru virus Covid-19 dan menyebabkan klaster baru di China. (ilustrasi: Fa-Vidhi/Ngopibareng.id)

Warga Indonesia Sebabkan Klaster Covid-19 Baru di China?

Ngopibareng.id Nasional 31 December 2020 20:03 WIB

Seorang warga Indonesia disebut menyebabkan munculnya klaster baru Covid-19 di wilayah Shunyi, distrik Beijing, China. Hasil ini didapatkan berdasarkan penyelidikan epidemiologi menyeluruh terhadap 16 kasus virus corona yang ada di wilayah tersebut.

Dilansir dari Suara, wakil direktur pusat kota untuk pencegahan penyakit dan kontrol, Pang Xinghuo memapaparkan penelitian itu muncul setelah terdapat 16 pasien Covid-19, dengan 14 di antaranya kasus lokal, satu kasus tanpa gejala, dan satu kasus lainnya adalah kasus impor, per 23 Desember 2020.

Dengan menganalisis urutan genetik virus, hasil menunjukkan virus itu termasuk dalam genotipe-L dari cabang Eropa, yang memiliki kemiripan tinggi dengan jenis virus yang ditemukan di Asia Tenggara pada bulan November.

Sehingga pemerintah setempat menyimpulkan jika virus penyebab klaster adalah virus impor dari luar negeri. Hasil penyelidikan juga menyebutkan jika virus itu ditularkan dari pasien Indonesia yang duduk di sebelah pria.

Disebutkan jika pria itu baru masuk ke Provinsi Fujian, China, pada akhir November. Pria 28 tahun itu kemudian melakukan perjalanan ke distrik Shunyi di Beijing dan menyebabkan klaster baru, sebut Pang.

Pasien asal Indonesia sudah terkonfirmasi positif virus corona dalam penerbangan dari negara asalnya ke Fujian. Ia pergi ke Beijing pada 10 Desember setelah karantina 14 hari di Fujian dan dinyatakan negatif dalam tes asam nukleat. Dia kemudian dinyatakan positif dalam tes antibodi serum tapi negatif dalam tes asam nukleat lainnya pada 26 Desember.

Sampel dari tempat tinggal dan kantornya dinyatakan positif corona dan pria itu dibawa ke Rumah Sakit Ditan Beijing. Tes asam nukleatnya menjadi positif pada 28 Desember dan dia diidentifikasi sebagai silent carrier.

Kasus impor ini kemudian menginfeksi teman sekamarnya, menulari pegawai supermarket, sekelompok pengemudi dan teman-temannya, serta pekerja yang menggunakan layanan mobil online di kawasan industri Jinma. (Sua)

Penulis : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

01 Mar 2021 14:05 WIB

Undika dan Dispendik Beri Pelatihan Animaker Pada Ratusan Guru

Pendidikan

Undika dan Dispendik Beri Pelatihan Animaker Pada Ratusan Guru

01 Mar 2021 13:30 WIB

Jatim Jadi Provinsi Terbaik Dalam Penanganan Konflik Sosial

Jawa Timur

Salah satu penilaianya, penangan Covid-19.

01 Mar 2021 13:28 WIB

Ada Kandungan Boraks, Pabrik Krupuk di Sidoarjo Digrebek Polisi

Kriminalitas

Polisi menggrebek pabrik krupuk di Sidoarjo.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...