Warga Binaan Rutan Bangil Gelar Salat Ghoib untuk BJ Habibie

12 Sep 2019 14:20 Ngopibareng Pasuruan

Ratusan warga binaan Rutan (Rumah Tahanan) Kelas II Bangil, Kamis 12 September 2019 pagi melaksanakan Sholat Ghaib untuk (alm) Presiden ketiga Indonesia, BJ Habibie yang telah wafat, Rabu, 11 September 2019 malam.

Sholat ghaib tersebut dilaksanakan di Musholla Rutan Bangil, dan dipimpin Ustadz Fawzi. Selain salat ghaib, warga binaan ini juga menggelar sholawatan dan doa bersama yang ditujukan kepada almarhum yang menjadi “Bapak Demokrasi” tanah air.

Kepala Rutan Bangil, Wahyu Indarto mengatakan, tujuan digelarnya Sholat Gaib adalah sebagai bagian dari rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas kepergian salah satu putra terbaik bangsa. Yakni BJ Habibie yang telah mendedikasikan segenap hidup untuk kemajuan Bangsa.

“Kami ingin mendoakan agar arwah Bapak Habibie diterima di sisi Allah SWT. Dilapangkan kuburnya. Mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Semoga khusnul khotimah,” kata Wahyu, sesaat setelah sholat, selesai dilaksanakan.

Ditambahkan Wahyu, selain Sholat Ghaib, Rutan Bangil juga akan menggelar tahlilan selama 7 hari untuk mengenang dan mendoakan BJ Habibie. Hanya saja, tahlilan digelar untuk tamping saja. Tak selesai sampai di situ, warga binaan perempuan juga menggelar khataman Alquran setiap pagi setelah salat dhuha bersama.

“Kami merasa sangat kehilangan akan sosok negarawan yang sangat luar biasa seperti Pak Habibie. Semoga teladan yang telah dicontohkan beliau, bisa kita ikuti bersama,” ujarnya.

Sementara itu, semua warga binaan Rutan Bangil mengenal nama BJ Habibie sebagai seorang Presiden yang pernah memimpin negeri ini. Bahkan, salah satu warga binaan, Mokh Kholili bin Dahlan (40) mengetahui sosok Habibie yang pernah menjabat sebagai Menteri Riset dan Tegnologi di era Presiden Soeharto.

“Pak Habibie itu Presien yang ketiga, dan beliau banyak berjasa bagi negara dan bangsa, sesaat menjadi Menteri Riset dan Teknologi di era Presiden Soeharto. Ada kekecewaan saat jadi Presiden, karena Timor-Timur yang lepas dari Indonesia

Tapi itu sedikit dari banyaknya jasa dan kebaikan pak Habibie yang juga seorang ilmuwan hebat,” katanya.

Penulis : Witanto


Bagikan artikel ini