Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin memberikan kuliah umum dalam wisuda sarjana UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Sabtu, 14 Desember 2019. (Foto: Ant)

Wapres Ma'ruf Amin Minta Peran Kampus Cegah Radikalisme

Pemerintahan 14 December 2019 13:07 WIB

Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin meminta perguruan tinggi berperan sebagai stabilitator dalam meredam kondisi negatif yang dapat menciptakan instabilitas dalam masyarakat. Salah satunya, mencegah penyebarluasan paham radikalisme.

Itu disampaikan Kiai Ma'ruf saat menyampaikan orasi ilmiah dalam acara Wisuda Sarjana XXVII dan Pascasarjana XIII UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Sabtu, 14 Desember 2019.

"Upaya menangkal radikalisme ini sangatlah penting, karena radikalisme merupakan akar permasalahan utama dari terorisme yang mengancam kehidupan kita sebagai negara, sebagai masyarakat dan sebagai umat beragama," ujarnya.

Kiai Ma'ruf menerangkan radikalisme adalah cara berpikir, sedangkan radikalisasi adalah transfer cara berpikir yang mentoleransi kekerasan untuk tujuan tertentu.

Karena itu, mencegah radikalisme harus dimulai dari upaya menangkal cara berpikir radikal dan memutus proses transfer cara berpikir radikal tersebut.

Untuk itu, Kiai Ma'ruf menyebut, pemberian imunisasi kepada masyarakat agar tidak mudah menerima pikiran-pikiran radikal juga perlu. Ia berharap peran perguruan tinggi dalam memberikan imunisasi kepada masyarakat tersebut.

"Kampus dengan misi pendidikan Islam harus lebih banyak menyampaikan pesan tentang Islam yang sesungguhnya. Serukan bahwa Islam merupakan agama cinta yang tidak mungkin mengajarkan sikap permusuhan terhadap sesama," ujar Kiai Ma'ruf.

Dalam orasinya di hadapan 840 wisudawan sarjana dan 90 wisudawan magister dari UIN SMH Banten tersebut, Kiai Ma'ruf mengangkat tema "Arus Baru Ekonomi di Indonesia Perspektif Syariah"

Ia juga berpesan kepada civitas akademika UIN Banten dan perguruan tinggi lainnya agar berperan dalam upaya pemberdayaan umat untuk mengurangi kemiskinan dan ketimpangan. Menurutnya, masalah kemiskinan dan ketimpangan masih merupakan masalah utama bangsa.

Ia pun menilai kemiskinan dan ketimpangan itu harus dihilangkan melalui kekuatan umat. Karena itu,sangat penting untuk terus mendorong pelibatan seluruh umat dalam kegiatan ekonomi, terutama melalui penguatan ekonomi dan keuangan Syariah sebagai sarana keterlibatan umat dalam kegiatan ekonomi.

Ini kata Kiai Ma'ruf, sejalan dengan Pemerintah yang ingin berakselerasi dalam pertumbuhan ekonomi dan keuangan Syariah. "Saya mengharapkan agar kampus ini dapat juga berperan dalam pemberdayaan umat. Terutama dalam memberikan pemahaman mengenai konsep ekonomi dan niaga dalam Islam," ujarnya.

Penulis : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

29 Feb 2020 07:13 WIB

Indonesia Kampanyekan Perdamaian dengan Islam Moderat

Nasional

Menghapuskan Islamphobia.

29 Feb 2020 06:56 WIB

Dorna Sports Isyaratkan Tolak Portugal Jadi Tuan Rumah MotoGP

MotoGP

Sirkuit Portimao gagal menjadi tuan rumah MotoGP.

29 Feb 2020 06:40 WIB

11 Hari Ashraf Meninggal, BCL Kembali Manggung

Musik

BCL tak kuasa tahan tangis nyanyikan Cinta Sejati.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.