Wakil Presiden ketika mengisi acara Pesantren Ramadan Online Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia Tahun 2020. (Foto: Setwapres)

Wapres: Hadapi Pandemi Covid-19, Fokus Pembangunan pun Diubah

Nasional 12 May 2020 08:42 WIB

Wapres KH Ma'ruf Amin menegaskan, Indonesia merupakan negara kesepakatan (darul mitsaq). Di dalammya, para pendiri bangsa berkomitmen membangun masyarakat yang sejahtera, aman dan damai melalui Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Maka dalam menjalankan kesepakatan tersebut pemerintah telah melakukan berbagai upaya, di antaranya dengan lima program prioritas yang meliputi pembangunan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, reformasi birokrasi, dan transformasi ekonomi.

Namun, dengan adanya pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang melanda Indonesia dan Belahan dunia, pemerintah harus melakukan perubahan fokus (refocusing) pembangunan.

“Dalam menghadapi masa pandemi ini, maka Indonesia sementara ini melakukan refocusing, fokusnya kita ubah dulu yaitu dalam rangka menanggulangi Corona ini, Covid-19 ini dari berbagai sektornya,” kata Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin.

Kiai Ma'ruf Amin mengungkapkan hal itu, saat mengisi acara Pesantren Ramadhan Online Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia Tahun 2020 melalui teleconference di kediaman resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta Selasa 12 Mei 2020.

Menurut Wapres pemerintah memiliki tiga fokus utama dalam penanggulangan Covid-19, yaitu melakukan tes secara masif dan agresif, perawatan dan pengobatan yang intensif, serta penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Upaya ini dilakukan untuk mencegah bahaya yang timbul di masyarakat.

“Semua ini dalam rangka mengamalkan laa dharara wa laa dhirara, jangan sampai membahayakan diri sendiri dan jangan membahayakan orang lain,” tuturnya.

Sedangkan untuk proses pemulihan, pemerintah telah memiliki program-program yang akan dilakukan untuk mengembalikan posisi Indonesia menjadi stabil kembali.

Program tersebut di antaranya dengan penguatan sektor usaha serta upaya pemenuhan hajat hidup kelompok miskin dan pemberdayaan kembali untuk memperkecil jumlah kelompok miskin di Indonesia.

“Nanti ada tentu tekanan-tekanan terutama pada sektor-sektor yang terdampak sangat dalam, terkait pandemi Cpvid-19. Misalnya sektor ekonomi, termasuk kelompok usaha baik Usaha Menengah Besar (UMB), maupun Usaha Mikro Kecil (UMK). Dan ini juga harus mendapatkan perhatian-perhatian untuk memulihkan kembali suasana keekonomian kita pada masa yang akan datang,” ujar Wapres.

Wapres mengakhiri tasiahnya dengan menekankan bahwa upaya-upaya yang dilakukan pemerintah tersebut seluruhnya dilakukan dengan mengutamakan kemaslahatan untuk seluruh masyarakat Indonesia.

“Jadi, itulah beberapa [upaya] kita dalam rangka bagaimana berusaha mewujudkan maqashid syariah (tujuan syariah untuk kemaslahatan umat), membangun kemaslahatan-kemaslahatan, dengan tentu saja sesuai dengan hal-hal yang kita hadapi secara riil, dengan suasana yang nyata, dengan merespon berbagai masalah yang kita hadapi bagi kita sebagai bangsa,”ujar Wapres

Penulis : Asmanu Sudharso

Editor : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

05 Jul 2020 10:45 WIB

Ini 4 Catatan di Balik Sukses Munchen Kawinkan Gelar

Liga Jerman

Munchen sandingkan gelar Bundesliga dengan DFB Pokal

05 Jul 2020 10:35 WIB

19.869 Peserta UTBK Jalani Ujian di Universitas Brawijaya Malang

Pendidikan

Ujian UTBK di Universitas Brawijaya Malang.

05 Jul 2020 10:28 WIB

Attar, dan Metafora Pencarian Tuhan

Ady Amar

Tulisan Ady Amar tentang karya Fariduddin Attar (1110-1230).

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...