Wagub Sebut 14 Daerah di Jatim Alami Kekeringan

22 Jul 2019 00:20 Jawa Timur

Musim kemarau mengakibatkan 14 kabupaten di Jawa Timur mulai mengalami kekeringan. Bahkan empat daerah di antaranya telah mendapatkan bantuan air bersih dari Pemerintah Provinsi Jatim.

"Kabupaten sudah melakukan pengiriman bantuan air bersih itu kita lihat ada 14 kabupaten, termasuk di dalamnya adalah Trenggalek di 10 desa di 4 kecamatan. Ini adalah data yang kami terima per 16 Juli jam 14.00 WIB," kata Wagub Emil Dardak, di sela-sela kegiatan penutupan Porsadin Jatim di Trenggalek, Minggu, 21 Juli 2019.

Dari 14 kabupaten yang mengalami krisis air, empat daerah telah mendapat sokongan bantuan dari Pemprov Jatim yaitu Pacitan, Ponorogo, Banyuwangi dan Bondowoso.

"Lalu yang kami bantu 300 tangki di Pacitan, 150 tangki di Ponorogo dan 100 tangki Banyuwangi, data ini masih terus bergerak," ujarnya.

Pola penanganan dampak bencana kekeringan di Jawa Timur dilakukan dengan sistem sinergi antara pemerintah di tingkat kabupaten/kota dengan pemerintah provinsi. Selain itu masyarakat juga diharapkan ikut bergerak dalam penanggulangan krisis air.

"Kata kuncinya sebenarnya kekeringan ini bukan sesuatu yang terjadi tahun ini saja. Jadi kami sudah memiliki satu sistem di mana kabupaten kota diharapkan menganggarkan biaya untuk mengantisipasi kekeringan. Namun pemerintah provinsi juga melakukan penganggaran untuk mengantisipasi kekeringan," imbuh Emil.

Sinergi antar tingkatan pemerintah itu juga harus didukung dengan pola konsumsi air di masyarakat yang terdampak kekeringan. Selain itu masyarakat juga harus ikut berusaha dalam proses penyediaan air bersih. Sebab apabila seluruh penanggulangan dibebankan ke pemerintah maka anggaran yang disediakan tidak akan cukup.

"Saya jadi ingat saat masih jadi bupati, di Desa Prambon dulu kepala desa mengajak patungan warganya menyewa kendaraan untuk mengambil air bersih di sungai yang ada airnya," kata Emil Dardak.

Pengorbanan dan kekompakan masyarakat yang terdampak Krisis air akan lebih efektif dalam menanggulangi dampak dari kekeringan. (wit/ant)

Penulis : Witanto


Bagikan artikel ini