Wagub Jatim Ingatkan Pemuda Jadikan Era Abundance Sebagai Peluang

02 Nov 2019 20:53 Pendidikan

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengingatkan, para pemuda dalam menghadapi era abundance (keberlimpaan) menjadi peluang. Karena itu, ia mengajak para pemuda harus memperkuat kemampuan dasar (core competency) di bidang yang diminati.

"Sekarang ini paradigma kita harus melihat kelebihan itu sebagai peluang. Jadi, kita bisa lebih optimis," kata Emil dalam Seminar Nasional Pendidikan dan Kepemudaan di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Sabtu, 2 November 2019.

Era abundance yang dimaksud Emil adalah dimana para tokoh dunia meramalkan bahwa suatu hari akan sampai pada era keberlimpahan atau dikenal juga free atau sharing economy. Era tersebut berarti semuanya serba berkelimpahan dan berbiaya minimal sekali.

Emil mengatakan, pemuda harus bisa menjadi barisan terdepan membangun kemandirian bangsa.

"Jika ada sesuatu hal yang baik, maka pemuda harus memiliki keinginan untuk menciptakan sebuah karya. Dengan demikian, budaya swadesi atau membuat sesuatu bisa terbangun di kalangan pemuda," kata Emil.

Menurut Emil, sifat konsumtif harus dihilangkan, Diganti dengan jiwa ingin belajar serta membuat hal baru.

"Kalau ada yang bagus, jangan ingin beli, tetapi harus ingin belajar untuk membuatnya. Ini yang harus didorong," kata mantan Bupati Trenggalek.

Dalam era abundance, lanjut Emil, perlu mendorong daya saing ke tingkat internasional. Cara tersebut, menurut Emil Dardak, perlu dikerjakan secara kompetitif.

Salah satu upaya yang dilakukan, dengan terus mendorong pertumbuhan industri kecil menengah (IKM) di Jatim. Sehingga, dengan adanya IKM, maka diharapkan bisa menghasilkan produk yang bisa berkuasa di negara sendiri, serta mempunyai daya saing di luar negeri.

"Kita ingin anak-anak muda kita itu production oriented. Ketemu subtitute mark maker space. Banyak yang membuat UKM, tapi kita lebih butuh banyak IKM. IKM itu pasti UKM, UKM belum tentu IKM. Karena bikin industri pasti ada usaha, berusaha belum tentu jadi barang," kata Emil.

Penulis : Pita Sari
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini