Wagub DKI Jakarta Riza Patria juga dipanggil polisi, tapi tidak bisa hadir.. (Foto:Antara)
Wagub DKI Jakarta Riza Patria juga dipanggil polisi, tapi tidak bisa hadir.. (Foto:Antara)

Wagub DKI Juga Dipanggil Polisi, Tapi Gak Bisa Hadir

Ngopibareng.id Hukum 19 November 2020 18:14 WIB

Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria, sebagaimana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswean juga dipanggil polisi. Tetapi dia tidak dapat hadir karena ada keperluan.

Riza Patria hari ini batal memenuhi undangan klarifikasi yang dilayangkan Polda Metro Jaya sehubungan dengan kerumunan massa di kediaman tokoh Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat, pada Sabtu lalu, 14 November.

Kombes Pol Yusri Yunus, Kabid Humas Polda Metro Jaya mengatakan, Riza Patria batal memenuhi undangan klarifikasi pihak Kepolisian karena ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan.

"Masih ada kegiatan beliau," kata Yusri kepada wartawan di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kamis.

Yusri menjelaskan bahwa undangan yang dilayangkan kepada Riza adalah undangan klarifikasi sehingga tidak bersifat memaksa pihak terundang untuk datang. Meski demikian pihak Kepolisian akan berkomunikasi dengan Riza untuk menjadwalkan agenda klarifikasi selanjutnya.

"Nanti, masih disusun jadwalnya," ujarnya.

Polda Metero Jaya  melayangkan undangan kepada Riza adalah untuk kelengkapan penyelidikan dugaan pelanggaran protokol kesehatan dalam hajatan yang memicu kerumunan massa dalam jumlah besar pada di Petamburan, Jakarta Pusat.

Polda Metro Jaya menyelidiki dugaan pelanggaran protokol kesehatan dengan melakukan klarifikasi terhadap Pemda DKI Jakarta, panitia acara dan tamu acara tersebut.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan adalah salah satu pihak yang dipanggil oleh Polda Metro Jaya terkait kegiatan tersebut. Anies telah memenuhi panggilan hari Selasa 17 November lalu, untuk menjawab 33 pertanyaan yang diajukan.

Selain itu, penyidik juga memanggil Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RT/RW), satpam atau linmas, lurah dan camat setempat serta Wali Kota Jakarta Pusat.

Pihak KUA juga dimintai klarifikasi termasuk Satgas COVID-19, Biro Hukum Pemerintah Provinsi DKI dan beberapa tamu yang hadir. Acara tersebut dihadiri sekitar 7.000 orang. Hadirin dan tamu lainnya tidak ada yang dipanggil. (ant)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

20 Jan 2021 16:30 WIB

Walikota Malang Sebut ada Peningkatan Kasus Covid Pasca Nataru

Jawa Timur

Dalam kurun waktu empat hari ada sebanyak 74 kasus tambahan.

20 Jan 2021 16:15 WIB

Pemkot Surabaya Buka Posko Bantuan Bagi Korban Bencana

Surabaya

Pemkot buka wadah bagi masyarakat yang ingin berdonasi

20 Jan 2021 15:45 WIB

Pengembang Perum Griya Sulfat Tak Penuhi Panggilan Pemkot Malang

Jawa Timur

Dinas PUPRKP masih terus kejar pengembang.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...