Kepala Dinkes Jatim, Kohar Hari Santoso (tiga dari kiri) dan Dokter Spesialis Anak, dr. Irene Ratridewi (jas putih) konferensi pers terkait wabah difteri di Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang. (Foto: Istimewa)

Wabah Difteri di Kota Malang, Dinkes Jatim Sarankan Imunisasi

Jawa Timur 25 October 2019 10:39 WIB

Kasus wabah difteri yang menyerang ratusan murid dan guru di MIN 1 Malang, mendapat perhatian dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Kepala Dinkes Jatim, Kohar Hari Santoso, mengatakan langkah pemberian imunisasi menjadi kunci untuk menangani carrier (pembawa) difteri di Kota Malang.

Maka dari itu, pihaknya berupaya untuk mendorong serta memberikan pemahaman, khususnya kepada anak-anak dan orangtua di Kota Malang, untuk mengikutsertakan buah hatinya melakukan imunisasi.

"Kami berupaya memberikan pemahaman dan mendorong untuk melakukan imunisasi," terangnya di Rumah Sakit Saiful Anwar, Kota Malang, pada Kamis 24 Oktober 2019, kemarin.

Kohar menjelaskan bahwa carrier difteri ini merupakan orang yang sehat. Namun tubuhnya telah terjangkit oleh kuman. Sehingga bisa menularkan kepada orang lain.

"Maka dari itu diperlukan upaya penanganan yang tepat," ujarnya.

Sementara itu, Dokter Spesialis Anak, dr. Irene Ratridewi, mengatakan, langkah imunisasi harus segara dilakukan terkait dengan carrier difteri yang menyerang ratusan muri dan guru di MIN 1 Kota Malang.

"Langkah yang paling baik adalah dengan melakukan imunisasi. Untuk mencegah meluasnya virus difteri," jelasnya.

Maka dari itu, program imunisasi di Kota Malang, kata Irene akan dilakukan pada bulan November 2019, mendatang melalui Bulan Imunisasi Sekolah (BIAS).

"Kami menghimbau agar orangtua untuk mengikutsertakan anak-anaknya dalam program imunisasi tersebut," ujarnya.

Irene menambahkan penderita difteri, kemungkinan tidak mendapatkan imunisasi ketika masih kecil.

"Imunisasi difteri idealnya dilakukan setidaknya tujuh kali untuk anak-anak. Imunisasi dasar tiga kali, di usia 2 bulan, 3 bulan dan 4 bulan," tutupnya.

Seperti diberitakan oleh ngopibareng.id, sebelumnya kegiatan belajar-mengajar di MIN 1 Kota Malang diliburkan selama 5 hari, terhitung mulai Rabu 23 Oktober 2019.

Keputusan ini diambil menyusul wabah carrier difteri yang telah menyerang para siswa dan guru di MIN 1 Kota Malang. Sebanyak 197 murid dan 15 guru terdeteksi positif penyakit menular ini.

Carrier difteri sendiri adalah wabah dimana tubuh sudah dimasuki kuman, namun tak memiliki gejala difteri pada umumnya.

Penulis : Lalu Theo Ariawan Hidayat Kabul

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

28 Oct 2019 19:55 WIB

Carrier Difteri Juga Bisa Terkena Difteri

Kesehatan

Ini penjelasan bagaimana pembawa difteri, pada akhirnya bisa terjangkit difteri.

25 Oct 2019 18:17 WIB

Panik Difteri, Wali Kota Sutiaji Minta Jangan Perkeruh Suasana

Pendidikan

Sutiaji menghimbau semua pihak mendinginkan suasana

23 Oct 2019 17:25 WIB

Cegah Wabah Difteri Meluas, MIN 1 Malang Diliburkan Lima Hari

Pendidikan

Rekomendasikan para siswa untuk melakukan pemeriksaan SWAB kedua kalinya

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.