Tangkapan layar SK DPP PDIP yang menunjuk Puti sebagai calon Walikota Surabaya. Surat Keputusan ini ternyata hoaks. (Foto: Istimewa)

Viral SK Puti Jadi Cawali Surabaya, PDIP Akan Lapor Polisi

02 Sep 2020 17:46

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Nama calon Walikota dan Wakil Walikota yang akan diusung oleh PDIP akhirnya diumumkan. Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDIP akhirnya menunjuk nama Eri Cahyadi yang sekarang menjadi Kepala Badan Perencanaan Pemabngunan (Bappeko) Kota Surabaya menjadi calon Walikota Surabaya yang akan diusung oleh PDIP.

Sedangkan sebagai Wakil Walikota Surabaya, DPP PDIP menunjuk Armuji yang saat ini menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur. Tak ada nama Puti Guntur Soekarno yang disebut.

Padahal, sekitar dua hari yang lalu, nama Puti Guntur Soekarno menjadi viral di media sosial. Nama Puti Guntur Soekarno menjadi viral karena seolah dia yang ditunjuk maju dalam pemilihan Walikota Surabaya. Sedangkan wakilnya adalah Lilik Arijanto. Lilik adalah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya. Nama Puti dan Lilik muncul dalam surat keputusan yang seolah dibuat oleh DPP PDIP.

Pengurus teras PDIP pun kemudian membantah surat keputusan tersebut. Mereka menganggap jika surat tersebut adalah palsu. Apalagi sekarang setelah DPP PDIP secara resmi telah mengumumkan calon Walikota Surabaya dan wakilnya. Surat tersebut benar-benar palsu, karena nama Puti sama sekali tak disebut.

Kasusnya itu, tak hanya sebatas menjadi viral di media sosial. Kekinian, Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat meminta kepada Adi Sutarwiyono Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Surabaya untuk melaporkan kasus tersebut.

"Saya minta Mas Adi Lapor ke polisi. Tuntut pelakunya. Bahwa surat rekomendasi PDI Perjuangan khusus ada hologramnya.

Hanya diketahui Bu Ketua Umum dan Mas Nanang. Dalam kasus ini, sudah bikin rekom palsu sekaligus mengirim melalui WhatsApp," kata Jarot kepada wartawan 2 September 2020.

Sementara Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwiyono menyebut akan koordinasi terlebih dahulu dengan lembaga bantuan hukum partai. "Baru setelah koordinasi kita akan melapor ke polisi," Adi Sutarwiyono.

Seperti diketahui, sekitar dua hari lalu media sosial ramai dengan surat keputusan yang menyebut Puti menjadi calon Walikota Surabaya yang akan diusung oleh PDIP. Surat keputusan tersebut, hanya berupa tangkapan layar. Sedangkan calon wakilnya adalah Lilik Arijanto. Puti adalah putri tunggal dari Guntur Soekarnoputra. Sedangkan Lilik Arijanto adalah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya.

Surat rekomendasi bagi Puti dan Lilik yang beredar ini ditandatangani di atas materai Rp6.000 oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderalnya, Hasto Kristiyanto.