Viral Foto Bendera HTI, TNI Pertahankan Taruna Bule Enzo Allie

13 Aug 2019 15:49 Nasional

Sosok Taruna Akademi Militer (Akmil) keturunan Prancis bernama Enzo Zenz Allie menjadi sorotan. Putra pasangan almarhum Jean Paul Francois, warga negara Prancis, dan ibu seorang warga negara Indonesia bernama Siti Hajah Tilaria ini viral setelah dirinya berbincang dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menggunakan Bahasa Prancis.

Namun, dari sinilah, masalah itu terjadi. Tak lama setelah video Enzo Allie dengan Panglima TNI viral. Beredar foto-foto diduga Enzo Allie membawa bendera organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Sejak isu itu viral, TNI langsung turun tangan melakukan penelusuran. Hasilnya kemudian diumumkan hari ini. TNI AD memutuskan tetap mempertahankan taruna blaseteran Prancis itu. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa menegaskan, bahwa berdasarkan analisis moderasi keberagaman, Enzo mendapat nilai 84 persen.

Tapi, nantinya ada penilaian lagi untuk menjadi anggota aktif TNI. "Namun demikian penilaian terhadap calon perwira, belum menjadi anggota aktif TNI. Penilaian terhadap calon pada tahap pendidikan 4 tahun. Maka selama 4 tahun pula penilaian berlaku dan tidak semuanya berhasil," kata Andika dalam jumpa pers di Mabesad, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa 13 Agustus 2019.

"Ingin menjadi prajurit TNI yang saleh". Cerita itu disampaikan Enzo Allie ke guru kimianya saat duduk di bangku sekolah menengah atas, Deden Ramdani. Masjid Nurul Mahmudah di kompleks SMA sekaligus pondok pesantren (Ponpes) Al Bayan, menjadi saksi ucapan Enzo seusai salat Ashar.

"Enzo pernah menyampaikan ke saya kalau dia ingin menjadi prajurit TNI saleh. Itu saya merinding dengernya," kata Deden Ramdani.

Al Bayan berlokasi di Desa Bandulu, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten. Bila dari arah Kota Cilegon menuju Pantai Pasir Putih Anyer, maka sekolah SMA sekaligus ponpes itu berada di sebelah kiri jalan.

Sejak kelas 10 SMA di Al Bayan, Enzo Allie memang dikenal giat melatih kemampuan fisiknya, agar lolos menjadi Taruna Akmil. Bahkan, dia mampu push up 100 kali dalam sehari. Ia juga kerap berlari di pantai Anyer saat sore hari.

"Tidak jarang saya melihat dia lari sendirian gitu yah. Bahkan, sebelum subuh pernah saya lihat (lari) sendirian. Karena dia menyadari akan ke Akmil," jelasnya.

Enzo Allie memang terkenal gigih. Saat masuk ke SMA Al Bayan, Enzo Allie masih kesulitan berbahasa Indonesia. Mau tak mau, dia harus mendalami mata pelajaran tersebut kepada gurunya.

Di lain sisi, pihak sekolah meminta Enzo Allie menularkan kemampuan Bahasa Prancis ke siswa lainnya.

Penulis : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini