Pemuda di Goronralo cekoki miras pada bayi usia 4 bulan, sedang diperiksa aparat kepolisian. (Foto: ANTVklil)

Viral, Bayi Empat Bulan Dicekoki Miras oleh Pemuda

22 Jan 2021 12:23

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Video yang menunjukkan seorang pemuda memberikan minuman keras, kepada bayi berusia empat bulan, viral di media sosial. Polisi diketahui telah menangkap dan mengusut tindakan tak beradab tersebut.

Dalam video yang viral di media sosial, terlihat seorang pemuda memangku sosok bayi dan memberikan minuman dalam botol milik bayi tersebut. Sebelumnya, diperlihatkan jika pemuda yang bertelanjang dada itu mengisi botol minuman bayi, dengan minuman keras langsung dari botolnya. Sambil tertawa, pemuda yang terlihat memiliki banyak tato di bagian lengan dan dadanya itu, memberikan botol minum berisi miras ke mulut bayi tersebut.

Belakangan diketahui, jika pelaku adalah paman dari bayi tersebut. Kejadian itu berlangsung di rumah pelaku, dan terjadi pada 20 Januari 2021, di Kelurahan Sipatana, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo. Saat itu, pelaku sedang berpesta miras bersama beberapa rekannya.

Dilansir dari Read, Polres Gorontalo berhasil menangkap pelaku, pada Kamis 21 Januari 2021. Kasat Reskrim Polres Gorontalo Kota, AKP La Ode Arwansyah mengungkapkan, pelaku utama berinisial RN. Polisi juga menangkap lima orang lainnya.

Ia menuturkan kronologis terjadinya peristiwa tersebut. Saat berpesta miras, pelaku melihat si bayi yang digendong ibunya, sedang menangis. Rumah bayi bersebelahan dengan rumah pelaku.  "Pelaku melihat sang bayi menangis dan dibujuknya. Lalu ditidurkan disamping pelaku yang saat itu tengah berpesta miras," kata La Ode. Setelah itu, pelaku kemudian mencekoki keponakannya dengan botol susu berisikan bir bintang bercampur minuman energi.

Aksi itu juga ikut direkam oleh rekan-rekannya pelaku. Sementara, orang tua bayi mengaku tak tahu dengan kejadian tersebut. Mereka baru mengetahuinya, setelah video tersebut viral. Saat ini RN bersama kelima rekannya tengah ditangani petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (Rea)