Videonya Viral, Ini Klarifikasi Profesor Hukum

19 Jul 2019 22:18 Surabaya

Video viral yang memperlihatkan seorang bapak-bapak yang menyandang gelar profesor ditilang oleh seorang anggota kepolisian, kemudian 'memberi' pelajaran polisi yang menilangnya.

Lokasi video yang berada di Jemursari, Surabaya, itu terlihat saat sang bapak tersebut melakukan putar balik di lampu merah, kemudian tak terima saat ditilang oleh polisi.

Sang polisi beralasan bahwa bapak tersebut melanggar rambu lalu lintas yang dipasang.

Diketahui, bapak tersebut bernama Sadjijono. Seorang pengajar bergelar Profesor Hukum di salah satu universitas swasta di Surabaya.

berikut klarifikasi Sadjijono yang dibagikan ke awak media melalui platform whatsapp :

Assalamualaikum Wr.Wb.

Yth. Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, Saudara-saudaraku yang dirachmati Alloh SWT.

Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas viralnya vidio diri saya dan anggota Polantas yang diviralkan oleh orang. Oleh karena sudah terlanjur viral, maka dalam kesempatan ini saya mohon maaf dan saya klarifikasi, sbb:

  1. Anggota Polantas yang berdinas di tikungan tersebut berpersepsi, bahwa rambu-rambu tesebut dilarang/tidak boleh putar balik, sehingga pengendara kendaraan yang putar balik di tindak dan ditangkap dst.......

 

  1. Telah terjadi 2 (dua) kali menimpa diri saya:

1) terjadi sekitar bl. Januari 2019, dan saya pahamkan dapat direrima dengan baik. Selesai.

 

2) Pada bulan Maret 2019 terjadi lagi dan melakukan tindakan represif terhadap beberapa kendaraan yang melaju di depan saya yang juga putar balik termasuk diri saya. Putar balik yang dilakukan mengikuti isyarat lampu bersama-sama Roda-2. Pada saat itu saya turun dan diskusi masalah alasan mengapa ditangkap dan tidak ada alasan, maka kemudian bersama-sama menuju rambu-rambu yang terpasang dan terjadi seperti vidio yang diviralkan orang tersebut.

 

  1. Putaran tersebut akses terdekat yang saya lalui ketika berakifitas pagi maupun sore.

 

  1. Kejadian tersebut sekitar bl. Maret 2019 yang sudah 5 (lima) bulan yang lalu, namun indikasi viral di bulan Juli 2019.

 

  1. Saya pribadi tidak bangga dan tidak nyaman atas adanya kejadian tersebut terlebih kejadian tersebut diviralkan orang yang menjadi konsumsi publik khususnya warganet. Padahal diskusi hanya pribadi saya dengan oknum anggota LL yang bersangkutan yang semata-mata bermaksud memberikan pemahaman atas terjadinya perbedaan persepsi sekalipun terkesan agak keras, karena pengaruh situasi.

 

  1. Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, semoga kejadian ini menjadi pembelajaran dan pengalaman bagi kita semua dan masyarakat.

 

  1. Mohon dengan hormat vidio yang telah viral jangan diperpanjang lagi yang menjadikan lebih tidak nyaman bagi diri saya.

 

  1. Sekian dan terimakasih.

 

Wabillahitaufiq wal hidayah Wassalamualaikum Wr.Wb.

Salam hormat

Sadjijono

Penulis : Alief Sambogo
Editor : Rizal A


Bagikan artikel ini