Cover lagu Tamba Teka Lara Lunga karya Didi Kempot saat pandemi corona yang diunggah di YouTube. (Foto: YouTube)

Video Latihan Didi Kempot, Lagu Tamba Teka Lara Lunga

Musik 08 May 2020 20:35 WIB

Penyanyi campursari Didi Kempot telah menghembuskan napas terakhir pada Selasa, 5 Mei 2020. Rupanya, sebelum meninggal dunia di usia 53 tahun, Didi Kempot sempat menggelar sesi latihan di studio rumahnya di Solo.

Dikutip dari unggahan video akun Facebook Raden Mas Wuryanano, pada 6 Mei 2020, Didi Kempot tengah menyanyikan lagu Tamba Teka Lara Lunga. Artinya, obat datang sakit hilang.

"Lagu Terbaru dari Almarhum Didi Kempot ini masih belum sempat untuk rekaman, belum pernah dibawakan penyanyi di atas panggung hiburan. (Lagu berjudul) Tamba Teka Lara Lunga," demikian tulisnya.

Dari rekaman video itu, Didi Kempot tampak mengenakan peci hitam, kaos dan celana pendek. Tampak kedua kelopak mata Didi Kempot bengkak dan wajahnya lesu.

Lagu Tamba Teka Lara Lunga sudah dirilis lewat akun YouTube Didi Kempot Official Channel yang memiliki subscriber 1.32 M, pada 12 April 2020.

Karya penyanyi dengan julukan The Godfather of Broken Heart itu sudah ditonton sebanyak 1.222.841 pasang mata. Video klip lagu ini juga sempat ditampilkan dalam Konser Amal Didi Kempot dari Rumah, yang disiarkan langsung oleh Kompas TV pada 11 April 2020.

Seperti biasanya, Didi Kempot menggunakan lirik bahasa Jawa yang syahdu dalam lagu Tamba Teka Lara Lunga. Lirik lagu tersebut sangat mewakili anak rantau yang terpaksa tidak bisa mudik dan berkumpul dengan keluarganya demi memutus mata rantai virus corona.

Didi Kempot menceritakan kerinduannya kepada sang belahan jiwa yang tidak bisa kembali pulang karena wabah Covid-19 yang kian memprihatinkan. Namun, dia tetap ikhlas walaupun menahan rasa rindunya untuk bertemu sang kekasih demi kebaikan bersama.

Didi Kempot juga menyelipkan doa dalam lirik lagu tersebut agar pandemi Covid-19 di negeri tercinta ini cepat berakhir.

Pembuatan video musik dilakukan di rumah. Rupanya, Didi Kempot yang saat itu mengenakan busana serba putih itu ingin memberikan contoh yang baik untuk masyarakat. Walaupun tetap di rumah, tidak membatasi kreatifitas untuk tetap produktif berkarya.

Lirik Lagu Tamba Teka Lara Lunga

Pingin nyawang wes suwe kowe ra bali
(Ingin bertatap mata sudah lama engkau tak pulang)
Sing tak suwun ning paran sing ngati-ati
(Pintaku hati-hatilah di perantauan)

Bisaku mung nyawang
(Aku hanya bisa menatap)
Dimar jagad sing ning mego
(Penerang dunia di atas mega)

Ayang-ayangmu katon ning netro
(Bayanganmu terlihat di mata)

Aku lilo yen kowe rung biso bali
(Aku rela jika kamu belum bisa pulang)
Lahir batin aku lilo tak estoni
(Lahir batin aku rela merestui)

Senajan kangen tenan
(Meskipun sangat kangen rasanya)
Rasane ati iki
(Rasanya hati ini)

Nganti kapan sirnane pacoban iki
(Sampai kapan hilangnya cobaan ini)

Tombo teko loro lungo
(Obat datang sakit hilang)
Duh Gusti enggal singkirno
(Ya Tuhan segera singkirkanlah)

Leloro sing wonten negari kulo
(Kesakitan yang ada di negaraku)

Tombo teko loro lungo
(Obat datang sakit hilang)
Duh Gusti enggal welaso
(Ya Tuhan segera kasihanilah kami)

Paringono welas asih mring kawulo
(Berilah belas kasih kepada kami)

Pingin nyawang wes suwe kowe ra bali
(Ingin bertatap mata sudah lama engkau tak pulang)
Sing tak suwun ning paran sing ngati-ati
(Pintaku hati-hatilah di perantauan)

Bisaku mung nyawang
(Aku hanya bisa menatap)
Dimar jagad sing ning mego
(Penerang dunia di atas mega)

Ayang-ayangmu katon ning netro
(Bayanganmu terlihat di mata)

Aku lilo yen kowe rung biso bali
(Aku rela jika kamu belum bisa pulang)
Lahir batin aku lilo tak estoni
(Lahir batin aku rela merestui)

Senajan kangen tenan
(Meskipun sangat kangen rasanya)
Rasane ati iki
(Rasanya hati ini)

Nganti kapan sirnane pacoban iki
(Sampai kapan hilangnya cobaan ini)

Tombo teko loro lungo
(Obat datang sakit hilang)
Duh Gusti enggal singkirno
(Ya Tuhan segera singkirkanlah)

Leloro sing wonten negari kulo
(Kesakitan yang ada di negaraku)

Tombo teko loro lungo
(Obat datang sakit hilang)
Duh Gusti enggal welaso
(Ya Tuhan segera kasihanilah kami)

Paringono welas asih mring kawulo
(Berilah belas kasih kepada kami)

Paringono welas asih mring kawulo
(Berilah belas kasih kepada kami)

Sumber: Musixmatch

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

23 Sep 2020 20:50 WIB

Alfian Tanjung Minta Maaf Terbuka kepada Ansor, Banser, dan NU

Nasional

Permintaan maaf terbuka tersebut dilakukan Alfian Tanjung di depan pers.

23 Sep 2020 20:38 WIB

Gugus Tugas Pasuruan Akan Kawal Ketat Pelaksanaan PSBB

Ngopibareng Pasuruan

Pengetatan protokol kesehatan akan diberlakukan denda bagi pelanggar.

23 Sep 2020 20:26 WIB

DPRD Surabaya: Labkesda Pemkot Tak Seindah Bayangan

Pemerintahan

Menurut Imam, banyak aturan yang membuat tracing covid tak maksimal.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...