Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar.

Video: Curhat Mantan Istri dan 5 Anak Ditelantarkan Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar

08 Jun 2018 12:46

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) panen operasi tangkap tangan saat Ramadan. Kali ini giliran Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar. Dalam OTT ini, KPK mengamankan lebih dari Rp 2 miliar dalam kardus. Lantas, duit sebanyak itu untuk apa?

Sejak bercerai dua tahun lalu, Samanhudi disebut sang mantan istri tak pernah memberi nafkah apalagi harta gono-gini. Ia juga menelantarkan kelima anaknya, yakni Vinisia Mahardika Mega Anwar, Sally Mega Puspita Anwar, Mareno Samhudi Anwar, Dona Mega Ayudia Anwar dan Henry Pradipta Anwar.

Mantan istri Samanhudi itu bernama Yuli. Ia berprofesi sebagai penyanyi. Sambil menunjukkan akta cerainya, Yuli memulai curahan hatinya tentang kondisinya pasca-cerai dengan Samanhudi.

“Ini saya cuma mau curhat, ini buktinya (sambil menunjukkan selembar akta cerai). Yang katanya saya mau dikasih gono-gini tapi sepeserpun saya enggak dikasih. Katanya dia berjanji mau merawat anak, mau kasih harta buat anak ternyata uang untuk les pun tidak dikasih, pembantu semua diambil, ibu saya sekarat, beli susu pun saya tidak kuat,” tutur Yuli sembari menitikkan air mata.

Yuli, mantan istri Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar.

Yuli mengaku bagaimana diperlakukan tidak adil. Untuk menghidupi kelima anaknya itu, ia harus menyanyi dari kafe satu ke kafe lainnya. Namun, saat ini tidak bisa karena kafe tempatnya bernyanyi ditutup oleh Pemkot Blitar. Penderitaan tak cukup disitu, usaha warnet pun ditutup.

“Saya menyanyi juga dibubarkan. Sekarang warnet saya ditutup. Selama ini saya enggak mau melawan Pak Samanhudi, hanya masyarakat yang tahu mana yang baik, mana yang buruk. Saya enggak betah selama 15 tahun karena saya tahu kelakuan beliau. Tapi orang yang mengamati malah menumpahkan kesalahan itu pada saya. Tapi orang nggak pernah merasakan seperti saya. 5 anak ikut sama saya, makan sama saya, biaya listrik pun saya enggak pernah dikasih. Padahal dia berjanji untuk merawat anak saya. Tapi kenyataannya enggak sama sekali. Orang juga takut mengundang saya menyanyi karena ketakutan diancam,” beber Yuli.

Kini Samanhudi seolah terkena karma atas prilaku buruknya terhadap sang mantan istri dan kelima anaknya.

Pria 60 tahun itu ditetapkan KPK sebagai tersangka. Untuk perkaranya, Samanhudi diduga menerima suap terkait ijon proyek pembangunan sekolah lanjutan pertama di Blitar dengan nilai kontrak Rp 23 miliar. Saat ini KPK mencari keberadaannya.

“Beliau boleh saja berubah-ubah pikiran, saya cuma bisa berdoa semoga Allah menyadarkan dia sebagi bapaknya anak-anak. Saya juga manusia yang butuh biaya untuk makan, merawat ibu saya. Pak Samanhudi sama sekali enggak membantu saya. Kalau masyarakat mau membantu saya, saya cuma nitip kalau saya masih bisa bertahan di Blitar dan pak wali enggak jahat lagi sama saya. Saya akan bertahan untuk menghidupi anak-anak saya. Tapi kalau sudah jahat sama saya, saya akan meninggalkan kota Blitar. Saya nitip anak-anak saya kepada masyarakat Blitar. Mungkin saya enggak bisa jadi ibu yang sempurna. Saya enggak punya harta sama sekali karena beliau enggak pernah ngasih,” beber Yuli diakhir curhatnya.   

Video yang diunggah oleh akun Ronin Nusantara pada Juli 2016 itu menjadi viral di dunia maya. Setidaknya, video berdurasi 2 menit 47 detik ini telah ditonton 86.671 viewer.