Via Vallen dan Nella Kharisma akan Dipanggil Polisi, Ada Apa?

06 Dec 2018 19:15 Jawa Timur

Soal kosmetik yang digunakan artis, menarik perhatian masyarakat. Karena itu pula, Via Vallen dan Nella Karisma, telah memberikan endorsement (pernyataan rekomendasi) terhadap sebuah produk komestik. Padahal, produk tersebut ternyata ilegal alias tak memiliki izin resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Setiap penyidikan, kami selalu mendatangkan saksi. Ternyata memang ada yang endorse beberapa artis terkenal," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Barung Mangera, saat dimintai keterangan di Mapolda Jatim, 6 Desember 2018.

Seperti dilansir ngopibareng.id, Polda Jatim berhasil mengungkap produk kosmetik ilegal yang beredar di masyarakat. Kosmetik yang tidak memiliki izin BPOM ini telah melakukan endorsement pada beberapa artis.

RILIS Saat ungkap kasus kosmetik ilegal beberapa waktu lalu  foto  Roesdanngopibarengid
RILIS: Saat ungkap kasus kosmetik ilegal beberapa waktu lalu ( foto : Roesdan/ngopibareng.id)
"Nama-nama itu seperti yang dilansir sejumlah media. Tetapi untuk minggu depan kami akan memanggil salah satu endorser yang kami katakan sampai bertahap. Dari Nella Kharisma kemudian Via Vallen dan seterusnya," tambah Barung.

"Kami akan memanggil artis Nella Kharisma hingga Via Vallen pekan depan. Polisi akan meminta keterangan soal produk kosmetik ilegal tersebut," kata Barung Mangera.

Pemanggilan artis yang terkait ini,  diminta keterangan karena tersangka dalam kasus ini diketahui memakai jasa iklan lewat artis dalam mempromosikan produk ilegalnya lewat Instagram.

Rencana pekan depan akan dilakukan secara bertahap, pemeriksaan kepada Nella Kharisma serta Via Vallen.

"Nama-nama itu seperti yang dilansir sejumlah media. Tetapi untuk minggu depan kami akan memanggil salah satu endorser yang kami katakan sampai bertahap. Dari Nella Kharisma kemudian Via Vallen dan seterusnya," tambah Barung.

Sebelumnya kepolisian telah mengamankan tersangka pembuat kosmetik ilegal dengan nama DSC, dengan omzet  ratusan juta tiap bulannya. (ocn)


Reporter/Penulis : Roesdan Suriansyah
Editor : Riadi


Bagikan artikel ini