Vannesa Angel Sakit, Penahanan Diundur

31 Jan 2019 12:28 Kriminalitas

Kepolisian Daerah Jawa Timur kemarin merencanakan akan melakukan penahanan terhadap Vanessa Angel usai menjalani pemeriksaan. Surat perintah penahanan pun sudah diterbitkan sejak pukul 15.00 WIB kemarin.

Namun rencana ini terpaksa ditunda karena kondisi kesehatan Vanessa Angel yang tidak memungkinkan untuk dilakukan penahanan. Kondisi Vanessa Angel drop usai menjalani pemeriksaan panjang kemarin. Dia tiba-tiba jatuh pingsan saat keluar dari ruangan usai jalani pemeriksaan. Penyakit maag akut yang diderita Vanessa Angel kambuh.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Mangera mengatakan, setelah berkonsultasi dengan dokter di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Surabaya, kambuhnya maag akut yang diderita oleh Vanessa Angel diduga karena kondisi psikologisnya yang stress.

Melihat kondisi Vanessa Angel yang seperti itu, Polda Jatim pun mengambil kebijakan. Frans Barung Mangera mengatakan, ada pertimbangan kemanusiaan sebelum melakukan penahanan terhadap Vanessa Angel.

"Polda Jatim tentunya melihat dari beberapa aspek. Misalnya aspek kemanusiaan, aspek kesehatan yang terjadi pada saat pelaksanaan. Terhadap VA, tentunya Polda Jatim tidak memakai kaca mata kuda untuk melakukan penahanan," ujar Barung di Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur, Kamis 31 Januari 2019.

Kata Barung, diksresi yang diberikan polisi kepada Vanessa Angel ini sebenarnya bukan yang pertama kali. Dia mencontohkan seperti kondisi muncikari F yang sebelumnya juga belum dilakukan penahanan. Muncikari F belum dilakukan penahanan lantaran dalam kondisi hamil

"Contoh seperti F kita tidak keluarkan sementara. Kami melakukan penegakan hukum dengan sebagaimana yang telah ditetapkan oleh konstitusi ini," katanya.

Untuk kasus Vanessa Angel sendiri, polisi hingga kini masih belum menyerahkan Surat Perintah Penahanan (SPP), karena melihat kondisi Vannesa Angel yang masih sakit. Barung menegaskan bahwa hal ini dilakukan secara fleksibilitas, melihat dari kemanusiaan dan kesehatan.

"Surat penahanan dilakukan mundur melihat daripada kondisi yang bersangkutan. Saya kira semua juga melihat ini sebagai situasi yang dihadapi dalam penegakan hukum yang toleran yang fleksibel. Melihat situasi kondisi kesehatan dan psikologi yang kita hadapi," paparnya.

Saat ditanya sampai kapan hal itu dilakukan, Barung mengatakan bahwa nantinya hal itu akan dinilai oleh dokter yang menangani Vanessa.

"Nanti akan dinilai oleh doktoral forensik kita, apakah Vanessa sudah bisa kita lakukan penegakan hukum. Sementara SPP belum dilakukan, kalau penahanan itu adalah seseorang yang masuk ke ruang tahanan yang mana itu sudah resmi kita keluarkan administrasi penyidikan. Administrasi salah satunya surat perintah penahanan," pungkas Barung. (ocn)

Penulis : Roesdan Suriansyah
Editor : Moch. Amir


Bagikan artikel ini