Juru Bicara Pemerintah Penanganan COVID-19 dr. Reisa Broto Asmoro. (Foto:
Juru Bicara Pemerintah Penanganan COVID-19 dr. Reisa Broto Asmoro. (Foto:

Vaksinasi Covid-19 Mulai Menyasar Guru, TNI, dan Polri

Ngopibareng.id Nasional 23 February 2021 16:00 WIB

Program vaksinasi Covid-19 sudah memasuki tahap kedua dengan menyasar pelayan publik dan lansia. Sekitar 17 juta pelayan publik seperti guru, TNI, dan Polri siap divaksinasi pada fase ini. Adapun lebih dari 21 juta warga negara lanjut usia di atas 60 tahun mulai mendapatkan vaksinasi dosis pertama.

Demikian disampaikan Juru Bicara Pemerintah Penanganan COVID-19 dr. Reisa Broto Asmoro dalam keterangan persnya di Kantor Presiden, sebagaimana ditayangkan kanal YouTube Sekretariat Presiden. Senin, 23 Februari 2021

“Program vaksinasi tahap kedua sudah berlangsung mulai bulan Februari dan diharapkan dapat selesai pada bulan Mei, lalu dilanjutkan dengan tahapan untuk kelompok masyarakat lainnya,” kata Reisa.

Reisa menambahkan, selain lansia, guru menjadi prioritas pemerintah dalam program vaksin ini agar segera dapat ditemukan kondisi yang aman dan nyaman untuk melakukan proses belajar secara tatap muka pada saat semua kriteria pembukaan sekolah terpenuhi.

“TNI, Polri, juga serta kelompok petugas keamanan lain menjadi prioritas pemerintah, seperti yang sudah saya sebutkan, karena memiliki peran penting dalam memantau meningkatkan proses tracing atau penelusuran kontak”, ujarnya

Selain itu, dr. Reisa turut menjelaskan bahwa pada tahapan ini pemerintah juga turut menyasar petugas transportasi publik.

Pemerintah akan melakukan vaksinasi secara bertahap dimulai di 7 provinsi di Jawa dan Bali yang juga merupakan zona risiko tinggi, dengan jumlah pasien dan tingkat penyebaran tertinggi di Indonesia. Daerah lainnya akan segera menyusul saat fase di Jawa dan Bali sudah mulai maksimal.

Kementerian Kesehatan meminta kepada pengelola program Vaksinasi Covid-19 di daerah agar dengan segera menghabiskan vaksin untuk tahap satu bagi tenaga kesehatan, agar pasokan vaksin berikutnya tidak menganggu tempat penyimpanan vaksin yang masih penuh.

Reisa menjelaskan bahwa setiap lembaga dan institusi dapat mendaftarkan anggotanya secara online atau dengan mekanisme yang ditentukan oleh lembaga masing-masing. Selain itu, peserta vaksinasi dapat mendaftar secara manual atau secara langsung di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

“Dan untuk kelompok lansia, data diperoleh atas kerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri, dan juga dengan BPJS”, kata Reisa.

Pelaksanaan vaksinasi tahap kedua menggunakan empat pola yang meliputi:

1. Dilakukan di sekitar 13.600 fasilitas kesehatan.

2. Dilakukan melalui institusi yang bersangkutan. 

3. Vaksinasi masal di tempat seperti yang telah dilakukan di beberapa kota besar seperti Yogyakarta, Surabaya, Bandung, dan Jakarta.

4. Vaksinasi masal bergerak dengan cara tim vaksinator akan bergerak untuk sasaran tertentu seperti pedagang pasar.

Penulis : Asmanu Sudharso

Editor : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

09 Mar 2021 18:00 WIB

Polres Batu Periksa Video Diklat Maut Pencak Silat UIN Malang

Kriminalitas

Dua mahasiswa meninggal dalam diklat tersebut.

09 Mar 2021 17:45 WIB

Dua Vaksin Covid Kantongi Izin di Indonesia, Ini Faktanya

Reportase

Vaksin Sinovac dan vaksin buatan Inggris, AstraZeneca.

09 Mar 2021 17:37 WIB

Yuk Intip Interior yang Lagi Hits di Mall Ciputra World Surabaya

Ciputra World Surabaya

Ada banyak pilihan furniture di TRANSLiving di Ciputra World Surabaya.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...