Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir. (Foto: pp muhammadiyah)

Utamakan Jiwa Besar Kebersamaan, Haedar: Semua Pihak Menahan Diri

Khazanah 15 September 2020 09:46 WIB

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, dalam situasi pandemi Covid-19 dan kehidupan kebangsaan yang banyak masalah hendaknya semua pihak mau menahan diri dari segala hal yang meresahkan.

“Seraya bersama-sama menciptakan ketenteraman, kedamaian, dan persatuan. Menghadapi pandemi yang belum berakhir dan cenderung menaik dengan korban meningkat, termasuk para dokter dan tenaga kesehatan, maupun dalam memecahkan masalah bangsa diperlukan suasana bersatu, damai, dan kondusif. Jika centang-perenang dan saling menghujat maupun menjatuhkan maka Indonesia semakin berat beban dan akan mengalami krisis,” tutur Haedar dalam keterangan Selasa, 15 September 2020.

Karena itu, Haedar meminta kepada pemerintah, DPR, lembaga Yudikatif, TNI dan POLRI, serta semua lembaga kenegaraan/pemerintahan maupun segenap komponen bangsa penting saling berintrospeksi diri seraya terus melakukan dialog dan merajut kebersamaan.

“Pandemi dan masalah bangsa tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak, sebaliknya meniscayakan kebersamaan dan persatuan nasional yang kokoh. Perbaiki langkah-langkah yang salah atau keliru tanpa merasa kuasa dan merasa benar sendiri. Saatnya persatuan Indonesia diutamakan dengan jiwa besar kebersamaan dan saling mengoreksi secara rendah hati dan bertanggung jawab.

Dalam suasana pandemi Covid-19 dengan segala dampaknya yang berat maupun menghadapi masalah bangsa yang lainnya, kedepankan persatuan dan bermusyawarah sebagaimana jiwa sila ketiga dan keempat Pancasila.

“Dalam situasi berat ini para pejabat negara maupun elite bangsa lainnya sebaiknya menghentikan pernyataan-pernyataan dan langkah-langkah atau aksi-aksi yang kontroversial yang memanaskan situasi, menimbulkan pertikaian pandangan tidak berkesudahan, memancing emosi publik, menciptakan kegaduhan, serta mengakibatkan keretakkan dan polarisasi di tubuh bangsa Indonesia,” tegas Haedar.

Terakhir, Haedar meminta agar setiap elit mengutamakan hal yang terpenting dari yang penting, meninggalkan yang tidak penting dan menambah masalah. Cegah dan hindari segala kemudaratan yang membawa kerugian bagi kehidupan bangsa dan negara.

“Negara maupun warga negara jangan memaksakan kehendak yang akhirnya mengakibatkan keretakkan, keresahan, kerusakan, dan ancaman kehancuran bagi masa depan kehidupan berbangsa dan bernegara,” tutur Haedar.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

22 Sep 2020 00:59 WIB

MAMA 2020 Digelar Virtual 6 Desember

ngopiK-pop

MAMA 2020 digelar virtual di Korea Selatan.

22 Sep 2020 00:40 WIB

Gedung Baru Agensi BTS Mewah

ngopiK-pop

Gedung baru Big Hit Entertainment, agensi BTS, mewah.

22 Sep 2020 00:20 WIB

5 Fakta Mahasiswi Diperkosa Bergilir 6 Pria dalam Kondisi Mabuk

Kriminalitas

Korban diperkosa secara bergilir dalam kondisi mabuk.

Terbaru

Lihat semua
22 Sep 2020 00:59 WIB

MAMA 2020 Digelar Virtual 6 Desember

ngopiK-pop
22 Sep 2020 00:40 WIB

Gedung Baru Agensi BTS Mewah

ngopiK-pop
Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...